Izalberuh’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sejarah Tanoh Alas

April 23, 2009 Ditulis oleh izalberuh | 1 | | Belum Ada Tanggapan

sejarah Suku Alas

Suku Alas
Dari AcehPedia
Langsung ke: navigasi, cari
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah dan Seni Budaya Etnis Alas
* 2 Marga-Marga Suku Alas
* 3 Kerajinan Suku Alas
* 4 Makanan Tradisional
* 5 Link

Sejarah dan Seni Budaya Etnis Alas

Ukhang Alas atau khang Alas atau Kalak Alas telah bermukim di lembah Alas, jauh sebelum Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke Indonesia dimana keadaan penduduk lembah Alas telah diabadikan dalam sebuah buku yang dikarang oleh seorang bangsa Belanda bernama Radermacher (1781:8), bila dilihat dari catatan sejarah masuknya Islam ke Tanah Alas, pada tahun 1325 (Effendy, 1960:26) maka jelas penduduk ini sudah ada walaupun masih bersifat nomaden dengan menganut kepercayaan animisme.

Nama Alas diperuntukan bagi seorang atau kelompok etnis, sedangkan daerah Alas disebut dengan kata Tanoh Alas. Menurut Kreemer (1922:64) kata “Alas” berasal dari nama seorang kepala etnis (cucu dari Raja Lambing), beliau bermukim di desa paling tua di Tanoh Alas yaitu Desa Batu Mbulan.

Menurut Iwabuchi (1994:10) Raja yang pertama kali bermukim di Tanoh Alas adalah terdapat di Desa Batumbulan yang dikenal dengan nama RAJA LAMBING yaitu keturunan dari RAJA LOTUNG atau dikenal dengan cucu dari GURU TATAE BULAN dari Samosir Tanah Batak, Tatae Bulan adalah saudara kandung dari RAJA SUMBA. Guru Tatae Bulan mempunyai lima orang anak, yaitu Raja Uti, Saribu Raja, Limbong, Sagala, dan Silau Raja. Saribu Raja adalah merupakan orang tuanya Raja Borbor dan Raja Lontung. Raja Lontung mempuyai tujuh orang anak yaitu, Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar atau yang dikenal dengan siampudan atau payampulan. Pandiangan merupakan moyangnya Pande, Suhut Nihuta, Gultom, Samosir, Harianja, Pakpahan, Sitinjak, Solin di Dairi, Sebayang di Tanah Karo, dan SELIAN di Tanah Alas, Keluet di Aceh Selatan.

Raja Lambing adalah moyang dari merga Sebayang di Tanah Karo dan Selian di Tanah Alas. Raja Lambing merupakan anak yang paling bungsu dari tiga bersaudara yaitu abangnya tertua adalah Raja Patuha di Dairi, dan nomor dua adalah Raja Enggang yang hijrah ke Kluet Aceh Selatan, keturunan dan pengikutnya adalah merga Pinem atau Pinim.

Kemudian Raja Lambing hijrah ke Tanah Karo dimana keturunan dan pengikutnya adalah merga Sebayang dengan wilayah dari Tigabinanga hingga ke perbesi dan Gugung Kabupaten Karo.

Diperkirakan pada abad ke 12 Raja Lambing hijrah dari Tanah Karo ke Tanah Alas, dan bermukim di Desa Batumbulan, keturunan dan pengikutnya adalah merga Selian. Di Tanah Alas Raja Lambing mempunyai tiga orang anak yaitu Raja Lelo (Raje Lele) keturunan dan pengikutnya ada di Ngkeran, kemudian Raja Adeh yang merupakan moyangnya dan pengikutnya orang Kertan, dan yang ketiga adalah Raje Kaye yang keturunannya bermukim di Batumbulan, termasuk Bathin. Keturuan Raje Lambing di Tanah Alas hingga tahun 2000, telah mempuyai keturunan ke 26 yang bermukim tersebar diwilayah Tanah Alas (Effendy, 1960:36; sebayang 1986:17).

Setelah Raja Lambing kemudian menyusul Raja Dewa yang istrinya merupakan putri dari Raja Lambing. Raja Lambing menyerahkan tampuk kepemimpinan Raja kepada Raja Dewa (menantunya). Yang dikenal dengan nama Malik Ibrahim, yaitu pembawa ajaran Islam yang termashur ke Tanah Alas. Bukti situs sejarah ini masih terdapat di Muara Lawe Sikap, desa Batumbulan. Malik Ibrahim mempunyai satu orang putera yang diberinama ALAS dan hingga tahun 2000 telah mempunyai keturunan ke 27 yang bermukim di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Banda Aceh, Medan, Malaysia dan tempat lainnya.

Ada hal yang menarik perhatian kesepakatan antara putera Raja Lambing (Raja Adeh, Raja Kaye dan Raje Lele) dengan putra Raja Dewa (Raja Alas) bahwa syi’ar Islam yang dibawa oleh Raja Dewa diterima oleh seluruh kalangan masyarakat Alas, tetapi adat istiadat yang dipunyai oleh Raja Lambing tetap di pakai bersama, ringkasnya hidup dikandung adat mati dikandung hukum (Islam) oleh sebab itu jelas bahwa asimilasi antara adat istiadat dengan kebudayaan suku Alas telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Pada awal kedatanganya Malik Ibrahim migrasi melalui pesisir bagian timur (Pasai) sebelum ada kesepakatan diatas, ia masih memegang budaya matrealistik dari minang kabau, sehingga puteranya Raja Alas sebagai pewaris kerajaan mengikuti garis keturunan dan merga pihak ibu yaitu Selian. Setelah Raja Alas menerima asimilasi dari Raja Lambing dengan ajaran Islam, maka sejak itulah mulai menetap keturunannya menetap garis keturunannya mengikuti garis Ayah. Raja Alas juga dikenal sebagai pewaris kerajaan, karena banyaknya harta warisan yang diwariskan oleh ayah dan kakeknya sejak itulah dikenal dengan sebutan Tanoh Alas. Setelah kehadiran Selian di Batumbulan, muncul lagi kerajaan lain yang di kenal dengan Sekedang yang basis wilayahnya meliputi Bambel hingga ke Lawe Sumur. Raja sekedang menurut beberapa informasi pada awal kehadiranya di Tanah Alas adalah untuk mencari orang tuanya yaitu RAJA DEWA yang migran ke Tanah Alas. Raja Sekedang yang merupakan pertama sekali datang ke Tanah Alas diperkirakan ada pertengahan abad ke 13 yang lalu yaitu bernama NAZARUDIN yang dikenal dengan panggilan DATUK RAMBUT yang datang dari Pasai.

Pendatang berikutnya semasa Raja Alas yaitu kelompok Megit Ali dari Aceh pesisir dan keturunannya berkembang di Biak Muli yang dikenal dengan merga Beruh. Lalu terjadi migran berikutnya yang membentuk beberapa marga, namun mereka tetap merupakan pemekaran dari Batumbulan, penduduk Batumbulan mempuyai beberapa kelompok atau merga yang meliputi Pale Dese yang bermukim di bagian barat laut Batumbulan yaitu terutung pedi, lalu hadir kelompok Selian, datang kelompok Sinaga, Keruas dan Pagan disamping itu bergabung lagi marga Munthe, Pinim dan Karo-Karo.

Marga Pale Dese merupakan penduduk yang pertama sekali menduduki Tanah Alas, namun tidak punya kerajaan yang tercatat dalam sejarah. Kemudian hadir pula Deski yang bermukim di kampong ujung barat.
Marga-Marga Suku Alas

Menurut buku (Sanksi dan Denda Tindak Pidana Adat Alas, Dr Thalib Akbar MSC 2004) adapun marga–marga etnis Alas yaitu : Bangko, Deski, Keling, Kepale Dese, Keruas, Pagan, dan Selian kemudian hadir lagi marga Acih, Beruh, Gale, Kekaro, Mahe, Menalu, Mencawan, Munthe, Pase, Pelis, Pinim, Ramin, Ramud, Sambo, Sekedang, Sugihen, Sepayung, Sebayang dan marga Terigan.

Adapun kesenian dari etnis suku Alas (Musyawarah Adat Alas dan Gayo, 2003) :

1. Pelebat
2. Mesekat
3. Landok Alun
4. Vokal Suku Alas
5. Canang Situ
6. Canang Buluh
7. Genggong
8. Oloi-olio
9. Keketuk layakh

Kerajinan Suku Alas

Adapun kerajinan tradisional dari etnis alas seperti :

1. Nemet (mengayam daun rumbia)
2. Mbayu amak (tikar pandan)
3. Bordir pakaian adat
4. Pande besi (pisau bekhemu)
5. dan lain-lain

Makanan Tradisional

Adapun makanan tradisional dari suku alas adalah :

1. Manuk labakh. .
2. Ikan labakh.
3. Puket Megaukh.
4. Lepat bekhas.
5. Gelame.
6. Puket Megaluh
7. Buah Khum-khum
8. Ikan pacik kule.
9. Teukh Mandi
10. Puket mekuah.
11. Tumpi

April 23, 2009 Ditulis oleh izalberuh | 1 | | Belum Ada Tanggapan

unknow device

Bknown Devicesagaimana mencari driver untuk Un Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Minggu, 10 Agustus 2008

Mungkin Anda sekalian pernah merasa kesulitan untuk menginstall driver onboard soundcard ataupun video adapter yang digunakan oleh komputer ataupun laptop, sedangkan Anda tidak tahu merk dan seri perangkat tersebut. Berikut akan saya berikan trik yang manjur untuk mengetahui hal tersebut.

Setiap perangkat di komputer mempunyai Vendor ID dan Device ID. Anda hanya tinggal mengetahui ID ini untuk mencari driver yang tepat. Sekarang mari kita lihat bagaimana Anda dapat mencari Vendor ID dan Device ID.

Langkah 1:
Buka Device Manager
Image

Langkah 2 :
Anda akan menemukan unknown device disini, sebagai contoh adalah Sound Card yang terdeteksi sebagai unknown device.
Image

Langkah 3:
Klik Kanan pada unknown device dan klik Properties. Anda akan melihat properties dari device tersebut.
Image

Langkah 4 :
Dibawah window properties, lihat tab Details dan pilih Device Instance ID dibawah drop down box yang ada.
Image

Langkah 5 :
Saat Anda pilih Device Instance ID, Anda akan melihat sesuatu seperti dibawah ini

PCI\VEN_8086&DEV_266E&SUBSYS_3006103C&REV_03\3&B1BFB68&0&F2
Vendor ID dapat dilihat setelah kode VEN dan Device ID berada di sebelah kode DEV. Misalnya, pada contoh diatas, Vendor ID dan Device ID nya adalah…

Vendor ID : 8086
Device ID : 266E

Langkah 6:
Setelah Anda mengetahui Vendor ID dan Device ID, kunjungi situs http://www.pcidatabase.com/. Di dalam situs tersebut Anda dapat mencari database informasi perangkat berdasarkan Vendor dan Device ID.

Setelah mengetahui secara detail informasi terkait Vendor dan Device yang sebelumnya tidak diketahui (unknown device), sekarang Anda dapat mencari driver yang cocok melalui situs pembuat perangkat tersebut ataupun melalui search engine seperti Google.com, atau bahkan yang lokal punya seperti driverlib.com.

Demikian, Semoga bermanfaat..

-Sarjono-

diambil dari www.pengadilan.net

Agustus 23, 2008 Ditulis oleh izalberuh | 1 | | Belum Ada Tanggapan

TCP/IP

a#sitename1, a.btnicon{
behavior: url(“templates/redevo_aphelion/js/iepngfix.htc”);
}

TCP/IP


Cetak halaman ini


Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 31 Januari 2008

 
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Arsitektur

Arsitektur TCP/IP diperbandingkan dengan DARPA Reference Model dan OSI Reference Model
Arsitektur TCP/IP diperbandingkan dengan DARPA Reference Model dan OSI Reference Model

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:

 

Pengalamatan

Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:

  • Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).
  • Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana <nama_domain> mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan <nama_host> mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.org merepresentasikan sebuah host dengan nama "id" yang terdapat di dalam domain jaringan "wikipedia.org". Nama domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNS, yang memiliki nama "." (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.

 

Konsep dasar

Layanan

Berikut ini adalah layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:

  • Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan [[password]], meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)
  • Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855.)
  • Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
  • Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
  • Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer.
    Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.)
  • Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk menentukan nama host di Internet.)

 

Request for Comments

RFC (Request For Comments) merupakan standar yang digunakan dalam Internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB yang merupakan komite independen yang terdiri atas para peneliti dan profesional yang mengerti teknis, kondisi dan evolusi Internet. Sebuah surat yg mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :

  • S: Standard, standar resmi bagi internet
  • DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai standar
  • PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan
  • I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi
  • E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur standar.
  • H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi dipertimbankan utk standarisasi.

 

Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?

Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan.

Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol Model OSI, berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut. Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai "upper level protocol" sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai "lower level protocol". Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan lapisan data link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau di bawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan transport di atasnya atau dengan lapisan data link di bawahnya).

Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yang penting karena suatu fungsi yang rumit yang berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah unit yang lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yang dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal sebagai Peer process. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat interface (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai "arsitektur jaringan".

 

diambil dari : id.wikipedia.org 

 


< Sebelumnya

 


Selanjutnya >

Menu Utama

var mainmenu_MENU_ITEMS = [

['Hal Depan','http://www.pengadilan.net/component/option,com_frontpage/Itemid,1/',{'tw':'0','sb':'Hal Depan'}],
['Download Aplikasi','http://www.pengadilan.net/component/option,com_docman/Itemid,36/',{'tw':'0','sb':'Download Aplikasi'}],
['Tanya Jawab','http://www.pengadilan.net/content/category/3/7/25/',{'tw':'0','sb':'Tanya Jawab'}],
['Info dan Tutorial','http://www.pengadilan.net/content/blogcategory/30/66/',{'tw':'0','sb':'Info dan Tutorial'}],
['Seputar IT','http://www.pengadilan.net/content/blogsection/4/26/',{'tw':'0','sb':'Seputar IT'}],
['Forum Konsultasi','http://www.pengadilan.net/component/option,com_fireboard/Itemid,28/',{'tw':'0','sb':'Forum Konsultasi'}],
['Buku Tamu','http://www.pengadilan.net/component/option,com_easybook/Itemid,35/',{'tw':'0','sb':'Buku Tamu'}],
['Polling','http://www.pengadilan.net/component/option,com_poll/Itemid,41/',{'tw':'0','sb':'Polling'}],
['Daftar link','http://www.pengadilan.net/component/option,com_weblinks/Itemid,23/',{'tw':'0','sb':'Daftar link'}],
['Peta Situs','http://www.pengadilan.net/component/option,com_xmap/Itemid,43/',{'tw':'0','sb':'Peta Situs'}],
['Login Email','http://mail.pengadilan.net',{'tw':'2','sb':'Login Email'}],
['Pendaftaran Email','http://www.pengadilan.net/content/view/89/58/',{'tw':'0','sb':'Pendaftaran Email'}],
['Corner@pengadilan.net','http://corner.pengadilan.net/',{'tw':'1','sb':'Corner@pengadilan.net'}],
['Komunikasi Data','http://datacomm.pengadilan.net',{'tw':'1','sb':'Komunikasi Data'}],
];

Hal Depan
Download Aplikasi
Tanya Jawab
Info dan Tutorial
Seputar IT
Forum Konsultasi
Buku Tamu
Polling
Daftar link
Peta Situs
Login Email
Pendaftaran Email
Corner@pengadilan.net
Komunikasi Data

Login

Nama Pengguna

Kata Sandi

Ingatkan Saya


Lupa Kata Sandi?

Bukan Anggota, Silahkan?
Daftar

Posisi Pengunjung

var gaJsHost = ((“https:” == document.location.protocol) ? “https://ssl.” : “http://www.”);
document.write(unescape(“%3Cscript src=’” + gaJsHost + “google-analytics.com/ga.js’ type=’text/javascript’%3E%3C/script%3E”));

var pageTracker = _gat._getTracker(“UA-3689042-1″);
pageTracker._initData();
pageTracker._trackPageview();

Agustus 23, 2008 Ditulis oleh izalberuh | 1 | | Belum Ada Tanggapan

Jaringan Paket Radio

<!–
/* */
// –>

ADSL vs CABLE MODEM vs WIRELADSL vs CABLE MODEM vs WIRELESSESS »

Jaringan Paket Radio

Jaringan radio paket adalah alternatif koneksi Internet yang paling ekonomis. Jaringan ini bukannya menggunakan media sambungan telepon, melainkan menggunakan media gelombang radio. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan mengenai dasar-dasar teknologi jaringan radio paket, mulai dari istilah yang digunakan, cara kerja, serta perangkat keras dan lunak yang dipakai, sampai proses instalasi modem radio soundcard.

Apa itu radio paket

Radio paket adalah metoda komunikasi data paket melalui media transmisi gelombang radio. Kata “Radio Paket” berasal dari bahasa Inggris “Packet Radio”. Paket radio sendiri terdiri dari dua konsep komunikasi, yaitu “Packet Switching” dan “Radio Communication”. “Radio Communication” adalah sistem komunikasi radio, seperti yang kita kenal selama ini. Sedangkan “Packet Switching” adalah konsep dalam komunikasi data, dimana data / file komputer yang panjang akan dikirim dalam penggalan-penggalan paket yang pendek-pendek. Paket data yang pendek ini dikirim melalui peralatan switch berupa sebuah komputer kecil yang akan mengatur berbagai hal tentang pengiriman paket-paket tersebut. Berdasarkan dua konsep tersebut sistem komunikasi radio paket adalah sebuah sistem komunikasi data paket yang di jalankan melalui media radio. Pada dunia amatir radio blok diagram sistem komunikasi radio paket yang sering digunakan tampak pada gambar. Pada prinsipnya ada dua sistem / blok utama yang sering digunakan rekan-rekan di amatir radio, yaitu kombinasi:

  1. Komputer à modem / terminal node controller à radio
  2. Komputer (dengan soundcard modem) à radio

Blok sistem ini dapat anda lihat gambar 1 dan gambar 2. Jika anda perhatikan kedua gambar tadi, sistem ini memiliki kesamaan dengan sistem sambungan komputer ke Internet dengan menggunakan modem telepon biasa, namun peralatan modem telepon digantikan dengan peralatan modem radio, dan peralatan radio komunikasi diganti dengan sambungan telepon. Sistem komunikasi radio paket memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut:

Keuntungan
  • Murah. Peralatan yang diperlukan relatif berharga murah dan menggunakan peralatan yang sudah ada, bahkan ada beberapa peralatan yang dapat dibuat sendiri.
  • Radio paket menggunakan media radio yang tidak dikenai biaya koneksi, tidak seperti halnya penggunaan telepon untuk komunikasi data.
  • Tanpa kabel / Wireless, sehingga dapat menempuh jarak jangkau yang cukup jauh dibandingkan kabel.

Kerugian
  • Kecepatan rendah, hanya 1200 bps s/d 9600bps, bandingkan dengan koneksi dial up via telepon yang memiliki kecepatan 28800 bps.
  • Sistem komunikasi paket radio yang sudah stabil sekarang berjalan pada kecepatan 1200 bps. Kecepatan setinggi ini hanya cocok untuk aplikasi electronic mail. Kecepatan yang sedikit lebih tinggi (9600 bps) dimungkinkan dengan melakukan sedikit modifikasi kepada radio.

Teknologi yang ada sebetulnya memungkinan untuk mengoperasikan jaringan amatir radio paket hingga kecepatan 56Kbps s/d 200Kbps, namun tekniknya cukup rumit bagi sebagian orang di Indonesia pada saat ini.

Cara kerja

Beberapa istilah yang perlu anda ketahui sebelum mengetahui cara kerja paket radio adalah frekuensi, modulasi, protokol AX.25 dan protokol TCP/IP

Frekuensi

Frekuensi radio adalah media yang digunakan untuk komunikasi radio. Ada beberapa macam frekuensi yang digunakan untuk komunikasi radio paket, diantaranya adalah VHF/UHF (Very High Frequency / Ultra High Frequency) , Microwave dan HF (High Frequency).

  • VHF (Very High Frequency), yaitu frekuensi yang digolongkan VHF dan dipakai oleh rekan-rekan radio amatir umumnya di band 2 meter pada frekuensi yang berkisar diantara 144 MHz s/d 146 MHz.
  • UHF (Ultra High Frequency). Frekuensi ini tidak sepopuler VHF, namun frekuensi ini dipakai karena sifatnya yang lebih bersih dan tidak seramai VHF. Alokasi frekuensi UHF yang dipakai oleh kalangan radio amatir biasanya di band 70 cm berkisar diantara 430 MHz sampai dengan 435 MHz.
  • HF (High Frequency). Rentang frekuensi yang dipakai berkisar diantara 3 MHz sampai dengan 30 MHz. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang populer digunakan kalangan radio amatir untuk berkomunikasi jarak jauh. Dengan karakteristik frekuensi yang memanfaatkan pantulan lapisan ionosfer, seorang radio amatir dapat berkomunikasi dengan rekannya yang berada sejauh 500 km sampai dengan 3000 km.
  • Microwave. Rentang frekuensinya dimulai dari 900 MHz keatas. Frekuensi ini dipakai untuk komunikasi data menggunakna radio dengan kecepatan tinggi mulai dari 2 Mbit/s.

Hubungan frekuensi dengan panjang gelombang dinyatakan sebagai \lambda = \frac{c}{f} di mana:

λ = panjang gelombang dari sebuah gelombang suara atau gelombang elektromagnetik
c = kecepatan cahaya dalam vakum = 299,792.458 km/d ~ 300,000 km/d = 300,000,000 m/d atau
c = kecepatan suara dalam udara = 343 m/d pada 20 °C (68 °F)
f = frekuensi gelombang

Modulasi

Informasi yang akan disampaikan kepada satu stasiun radio paket kepada stasiun lainnya berbentuk sinyal digital, yaitu pulsa yang menyatakan nilai 1 dan 0 . Sinyal digital ini tidak dapat ditransmisikan begitu saja menggunakan radio, karena bandwidth (lebar pita) yang dipakai oleh sinyal digital terlalu lebar. Sinyal ini harus dimodifikasi agar ia dapat ditransmisikan via radio. Modifikasi terhadap sinyal ini dinamakan modulasi. Modulasi ada dua macam, yaitu modulasi sinyal analog dan modulasi sinyal digital. Contoh modulasi sinyal analog yang sering kita jumpai adalah Frequency Modulation (FM) dan Amplitude Modulation (AM), sementara modulasi sinyal digital yang akan kita bahas adalah Amplitude Shift Keying (ASK), Phase Shift Keying (PSK), Frequency Shift Keying (FSK) dan Audio Frequency Shift Keying (AFSK). Contoh modulasi dapat dilihat gambar 3. · Amplitude Shift Keying (ASK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (misalnya 1 Volt) dan sinyal digital 0 sebagai sinyal digital dengan tegangan 0 Volt. Sinyal ini yang kemudian digunakan untuk menyala-mati-kan pemancar, kira-kira mirip sinyal morse. · Phase Shift Keying (PSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda fasa tertentu pula (misalnya tegangan 1 Volt dengan beda fasa 0 derajat), dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (yang sama dengan nilai tegangan sinyal PSK bernilai 1, misalnya 1 Volt) dengan beda fasa yang berbeda (misalnya beda fasa 180 derajat). Tentunya pada teknik-teknik yang lebih rumit, kita bisa melakukan modulasi dengan perbedaan fasa yang lebih banyak lagi. · Frequency Shift Keying (FSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu (misalnya f1 = 1200 Hz), sementara sinyal digital 0 dinyatakan sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu yang berbeda (misalnya f2 = 2200 Hz). Sama seperti modulasi fasa, pada modulasi frekuensi yang lebih rumit dapat dilakukan pada beberapa frekuensi sekaligus dengan cara ini pengiriman data menjadi lebih effisien.

AX.25

Di dalam komunikasi data, harus ada sebuah aturan terdefinisi yang harus diikuti oleh semua pihak yang ingin berkomunikasi. Di dalam komunikasi data menggunakan radio ini, telah didefinisikan sebuah tata cara komunikasi yang dikenal sebagai protokol AX.25. Protokol ini merupakan modifikasi dari protokol komunikasi data lainnya, yaitu X.25. Dengan adanya protokol AX.25, di dalam satu frekuensi yang dipakai bisa digunakan oleh beberapa pihak dalam satu waktu untuk berkomunikasi secara bergantian. Dalam waktu yang sama, pada satu frekuensi mungkin ada lebih dari dua stasiun yang dapat bekerja sekaligus dan mengirimkan data secara simultan tanpa mengganggu satu sama lain. Tentunya AX.25 bukan satu-satu protokol yang dapat digunakan untuk komunikasi data menggunakan radio, ada beberapa protokol lain yang dapat digunakan. Beberapa di antara-nya adalah ARQ atau AMTOR yang umumnya digunakan pada radio HF pada kecepatan rendah untuk meningkatkan reliabilitas pengirimkan data. Pada band-band 2.4GHz, 5.6GHz & 10GHz umumnya digunakan protokol IEEE 802.11 dengan akses CDMA untuk transmisi data kecepatan tinggi antara 2 s/d 11 Mbps. Teknologi ini dikenal sebagai teknologi WaveLAN dan saat ini banyak digunakan di jaringan pendidikan di Indonesia.

CSMA/CD

Paket radio yang menggunakan protokol AX.25 umumnya menggunakan metoda transmisi radio yang bersifat Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection (CSMA/CD). Kata ini memiliki tiga maksud. Carrier Sense artinya adalah apabila suatu stasiun akan memancarkan data di satu frekuensi, ia harus menunggu kanal frekuensi itu tidak sedang digunakan oleh stasiun yang lain.Multiple Access artinya adalah satu kanal frekuensi ini dapat dipakai oleh beberapa stasiun secara bergantian. Collision Detection artinya jika kebetulan ada dua stasiun yang memancarkan data di frekuensi secara bersamaan, kedua stasiun tadi akan mendeteksi adanya tubrukan / collision, dan kedua stasiun tadi akan berhenti memancarkan data. Kedua stasiun tadi akan menunggu dalam waktu yang acak (mereka menggunakan timer mereka sendiri-sendiri) untuk memancarkan data kembali. Metoda ini menjelaskan mengapa gangguan-gangguan seperti pemancar liar atau jamming tidak akan merusak data, namun hanya mengakibatkan data gagal disampaikan, dan kemudian data yang gagal disampaikan tadi akan dikirim kembali.

TCP/IP

Protokol AX.25 yang mengatur komunikasi data antara dua stasiun yang menggunakan frekuensi yang sama. Protokol selanjutnya akan akan memegang peranan sangat penting adalah protokol TCP/IP. TCP/IP adalah protokol yang digunakan dalam komunikasi data di Internet. TCP/IP merupakan sekumpulan protokol, dan TCP/IP dinamakan demikian berdasarkan nama dua buah protokol yang paling penting, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol). Dengan menggunakan protokol ini, jaringan paket radio dapat berhubungan dengan semua host-host yang ada di Internet dan menjalankan layanan Internet yang sama, seperti E-mail, File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Newsgroup, dan lain-lain. Dalam aplikasi jaringan radio paket, protokol TCP/IP ditumpangkan diatas protokol AX.25. Yang dimaksud ditumpangkan adalah protokol TCP/IP menggunakan protokol AX.25 sebagai perantara antara TCP/IP dengan media fisik jaringan, dalam hal ini modem radio dan jaringan radio paket. Dengan penumpangan ini maka aplikasi TCP/IP biasa dapat dijalankan dengan menggunakan jaringan radio paket. Untuk mengidentifikasi sebuah komputer yang terkait ke jaringan TCP/IP atau Internet digunakan alamat IP (IP address). Tidak boleh ada sebuah host di dalam jaringan Internet yang memiliki IP address yang sama. IP address dapat dianalogikan dengan nomor telepon. Tidak boleh ada dua pihak yang ada di tempat berbeda yang memiliki nomor telepon yang sama. Pada jaringan amatir radio di seluruh dunia digunakan IP address kelas A 44.x.x.x, di amatir radio Indonesia digunakan IP address kelas B 44.132.x.x.  

Peralatan yang dipakai

Seperti halnya apabila anda ingin menyambungkan komputer anda ke jaringan Internet melalui line telepon, anda membutuhkan peralatan tambahan untuk menghubungkan diri ke Internet dengan menggunakan jaringan Internet radio paket. Beberapa peralatan yang anda butuhkan adalah komputer, modem radio dan radio komunikasi. Seperti halnya komunikasi data / aplikasi Internet yang menggunakan telepon, anda juga membutuhkan sebuah modem dalam aplikasi komunikasi data / Internet. Modem, singkatan dari MODulator-DEModulator, adalah alat yang digunakan untuk melakukan modulasi dari sinyal digital ke analog, kemudian dikembalikan lagi dari sinyal analog ke digital. Alat ini dibutuhkan karena komputer adalah peralatan digital (hanya mengenal 0 dan 1 misalnya dalam bentuk tegangan 0-5 Volt). Sementara peralatan radio dan telepon adalah peralatan analog yang hanya mengenal frekuensi suara saja. Modem radio memang di rancang khusus untuk disambungkan dengan peralatan radio komunikasi jadi ada sambungan ke Mic, Speaker dan Push-To-Talk (PTT). Modem telepon di rancang khusus untuk komunikasi menggunakan kabel telepon, yang harus mampu memberikan sinyal dial tone dll. Jadi tidak bisa kita menggunakan modem telepon pada jaringan radio – karena memang peralatan fisik-nya berbeda. Modem radio yang ada tersedia dalam tiga jenis, yaitu TNC (Terminal Node Controller), Baycom modem dan Soundcard modem.

  • TNC (Terminal Node Controller), dibuat pertama kali pada tahun 1980, adalah modem radio pertama yang ada di pasaran. TNC dibuat lengkap, mulai dari modulator-demodulator, aplikasi terminal untuk mengakses BBS dan e-mail, dan tempat penyimpanan mailbox, dikarenakan pada awal kemunculannya belum ada komputer pribadi yang dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi e-mail dan BBS. Dengan sebuah protokol bernama KISS (Keep It Simple Stupid), TNC hanya akan dipakai semata-mata sebagai modem radio. Modem TNC ini dapat anda lihat gambar 4.
  • Baycom modem adalah modem radio dengan harga yang lebih ekonomis—empat ratus ribu rupiah—dibandingkan TNC yang berharga mulai dari US$ 150. Ini dikarenakan Baycom modem memiliki rangkaian modem radio yang cukup sederhana. Modem ini dapat diperoleh pada Redaksi majalah Elektron HME ITB (elektron@hme.ee.itb.ac.id). Gambar rangkaian modem ini dapat anda lihat gambar 5.
  • Soundcard modem adalah modem radio yang memanfaatkan soundcard sebagai media fisik, dan dilengkapi oleh sebuah perangkat lunak yang akan mengubah fungsi soundcard ini menjadi modem radio. Soundcard yang tadinya hanya digunakan untuk mendengarkan musik, kini dapat digunakan menjadi modem radio. Soundcard modem ini dapat berjalan karena kemampuan prosesor komputer (mulai dari Intel 486DX/66) yang makin tinggi untuk menjalankan fungsi pemrosesan sinyal bagi modem. Artikel ini akan membahas lebih banyak mengenai soundcard modem.

Perlu dicatat bahwa dalam satu waktu kita hanya dapat menggunakan soundcard menjadi satu kegunaan saja dalam satu waktu, yaitu menjadi modem radio saja, atau menjadi pemain musik saja. Tidak mungkin sebuah PC kita yang hanya memiliki satu buah soundcard harus diminta sekaligus menjalankan musik sambil menjalankan modem soundcard untuk komunikasi paket radio. Untuk memudahkan penggunaan soundcard modem ini, digunakan hardware profile di Windows95, yang akan dijelaskan pada artikel berikutnya. Soundcard modem memiliki beberapa keuntungan daripada modem-modem yang lain yang disebutkan terlebih dahulu, yaitu :

  • Mudah didapat
  • Murah harganya
  • Lebih sedikit setup dan konfigurasi dibanding modem yang lain

o Memiliki dua kecepatan sekaligus (1200 bps dan 9600 bps) Beberapa tipe soundcard yang telah penulis ketahui dapat digunakan sebagai modem radio adalah:

  • ESS 1868
  • ESS 868
  • Genius Soundmaker
  • Soundblaster Pro
  • Vibra 16
  • Soundblaster 16
  • Soundblaster 16 PnP
  • AWE 32
  • AWE 64
  • Sound Commander

Aplikasi yang dipakai

Aplikasi yang digunakan untuk komunikasi Internet Paket Radio dengan menggunakan soundcard modem adalah PC/Flexnet. Perangkat lunak Flexnet menyediakan protokol AX.25 yang digunakan untuk berinteraksi dengan jaringan radio paket. Di samping itu, Flexnet mempunyai fasilitas untuk berkomunikasi melalui soundcard sebagai modem. PC/Flexnet adalah AX.25 stack untuk PC yang berbasis DOS dan Windows95. AX.25 stack disini maksudnya adalah PC/Flexnet menyediakan fasilitas jaringan komputer dengan protokol AX.25. Protokol jaringan lainnya, seperti TCP/IP dapat ditumpangkan diatas stack AX.25 ini. Jika TCP/IP digunakan maka kita dapat menggunakan jaringan paket radio untuk aplikasi Internet. Distribusi PC/Flexnet ini cukup kecil dan simpel, karena hanya terdiri dari beberapa file kompresi dengan ukuran yang cukup kecil, kurang dari 1 Mb. Program PC/Flexnet ini dapat diambil di:

  • http://www.afthd.tu-darmstadt.de/~flexnet/index.html yang merupakan site resmi PC/Flexnet
  • ftp://ftp.afthd.tU-darmstadt.de/pub/flexnet/3.3g/ , anonymous FTP server

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang beberapa file-file yang harus diambil.

<!–[if supportFields]>PRIVATE<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>Nama Penjelasan Pembuat
PCF.LZH Archive ini berisi kernel Flexnet dan utility konfigurasi dan diagnostik lainnya Gunter Jost, (D)K7WJ
FLEX95.LZH Archive ini berisi Add-On Flexnet untuk Windows95 Gunter Jost, (D)K7WJ
FLEX95IP.LZH Archive ini berisi Add-On TCP/IP Flexnet untuk Windows95 Gunter Jost, (D)K7WJ
SM.LZH Archive ini berisi driver Soundcard modem Thomas Sailer, HB9JNX/AE4WA
BCT.LZH Archive ini berisi program Baycom Terminal Program Florian Radlherr, DL8MBT

Instalasi Perangkat Keras

Setelah anda siapkan semua peralatan, maka saatnya sekarang merangkai peralatan tersebut. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah menghubungkan semua komponen-komponen tadi.

Perkabelan

Gambaran kasar proses perkabelan radio paket dengan soundcard modem ini dapat dilihat pada 2gambar1. Komputer harus dipasang soundcard dan dihubungkan dengan pemancar radio, ditambah dengan perlengkapan berupa PTT connector, yang akan dibahas nanti. Diagram perkabelan yang lebih detail untuk radio HT dapat dilihat pada 2gambar2a, sementara untuk radio rig dapat dilihat pada 2gambar2b.

PTT Connector

Perbedaan antara modem radio dan modem telepon adalah adanya tombol Push To Talk (PTT) pada modem radio. Tombol ini digunakan untuk memerintahkan pemancar untuk mulai memancarkan informasi. Setelah tombol ini ditekan, maka informasi, baik suara maupun data, dapat dikirimkan. Soundcard modem tidak memiliki mekanisme PTT tersendiri. Hal ini diatasi dengan cara penambahan suatu rangkaian elektronika sederhana yang dinamakan PTT Circuit. PTT Circuit ini berfungsi menyalakan PTT pada pemancar jika data yang keluar dari soundcard telah siap dipancarkan. Soundcard modem akan memberitahukan rangkaian PTT melalui beberapa cara, yaitu dengan port serial dan paralel. 2gambar3 menunjukkan diagram rangkaian PTT port serial, dan 2gambar4 untuk rangkaian PTT port paralel. Apabila anda menggunakan pesawat HT, anda harus membuat rangkaian seperti pada 2gambar5. Rangkaian ini cukup mudah dan dapat dibuat sendiri.  

Instalasi Aplikasi Flexnet

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang beberapa file-file yang harus anda miliki.

<!–[if supportFields]>PRIVATE<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>Nama Penjelasan Pembuat
PCF.LZH Archive ini berisi kernel Flexnet dan utility konfigurasi dan diagnostik lainnya Gunter Jost, (D)K7WJ
FLEX95.LZH Archive ini berisi Add-On Flexnet untuk Windows95 Gunter Jost, (D)K7WJ
FLEX95IP.LZH Archive ini berisi Add-On TCP/IP Flexnet untuk Windows95 Gunter Jost, (D)K7WJ
SM.LZH Archive ini berisi driver Soundcard modem Thomas Sailer, HB9JNX/AE4WA
BCT.LZH Archive ini berisi program Baycom Terminal Program Florian Radlherr, DL8MBT

Setelah anda mendapatkan semua file yang anda butuhkan, anda dapat membukanya dan meletakkan pada satu direktori di harddisk anda, misalnya di C:\FLEXNET.

Setting Hardware Profile

Mengapa diperlukan hardware profile ? hardware profile diperlukan karena soundcard modem dan soundcard musik menggunakan hardware yang sama, yaitu soundcard. Hardware ini hanya dapat digunakan untuk satu fungsi dalam satu waktu. Hardware profile memungkinkan anda mengganti-ganti fungsi soundcard dengan mudah, baik sebagai modem radio maupun sebagai pemain musik. Pada contoh berikut ini penulis menggunakan soundcard ESS 1868 Plug and Play AudioDrive sebagai soundcard modem dan port serial sebagai PTT circuit. Untuk membuat hardware profile baru, pilih tombol Start à Setting à Control Panel. Setelah itu klik icon “System” dan pilih tab ‘Hardware Profile’. Bagi komputer yang belum memiliki hardware profile, pilihan yang ada hanyalah ‘Original Configuration’. Pilih ‘Original Configuration’, lalu tekan tombol ‘Copy…’. Ganti nama ‘Original Configuration’ dengan nama yang anda inginkan. Hardware yang akan dipakai untuk menjalankan modem radio adalah soundcard dan port PTT, baik itu serial, paralel, maupun game. Konsekuensinya, masing-masing hardware ini tidak boleh dipergunakan oleh Windows. Hardware ini akan digunakan oleh Flexnet untuk menjalankan tugasnya sebagai modem radio. Dengan menggunakan hardware profile yang berbeda, anda dapat mengaktifkan hardware ini di profile yang satu, dan mematikan hardware ini di profile yang lain. Sekarang anda akan mematikan soundcard pada profile ‘Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port’. Caranya adalah double klik icon ‘ESS 1868 Plug and Play AudioDrive’ pada jendela “Device Manager” untuk mengeluarkan jendela ‘ESS1868 Plug and Play AudioDrive Properties’. Pada bagian ‘Device usage’ terdapat kotak yang dapat diisi dengan tanda cawang. Tanda cawang menyatakan hardware ini digunakan pada profile tertentu. Untuk mematikan soundcard tadi pada hardware profile ‘Soundcard modem using ESS1868 w/ Serial Port’, anda hilangkan tanda cawang pada kotak sebelah kiri dengan mengklik kotak tersebut. Lakukan hal yang sama pada hardware Communication Port (COM2). Apabila telah selesai, hasilnya tampak seperti pada 2gambar6. Pada profile ‘Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port’ hardware yang dimatikan diberi tanda silang. Jika anda memilih ‘Close’ pada ‘System Properties’, maka perubahan akan direkam oleh Windows dan Windows akan menganjurkan untuk merestart komputer. Setelah Windows95 direboot, akan muncul menu yang tampaknya kira-kira seperti di bawah ini: Windows 95 is starting… Windows cannot determine what configuration your computer is in. Select one of the following: 1. Original Configuration 2. Soundmodem using SoundBlaster Pro 3. Soundmodem using ESS1688 AudioDrive – Paralel Port 4. Soundmodem using ESS1688 AudioDrive – Serial Port 5. Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port 6. None of the above Enter your choice:5 Menu ini memudahkan anda memilih konfigurasi mana yang akan digunakan. Apabila anda ingin menggunakan soundcard anda untuk memainkan musik, maka anda dapat memilih pilihan 1, sementara jika anda ingin menggunakan soundcard anda sebagai modem radio, anda harus memilih pilihan 2, 3, 4 atau 5, bergantung dari soundcard yang digunakan.

Setting Config.sys atau Autoexec.bat

Hardware profile yang anda setup sebelumnya berfungsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan hardware yang akan dipakai oleh soundcard modem. Untuk mengaktifkan soundcard modem ini anda harus menjalankan sejumlah perintah. Adalah sangat tidak praktis untuk mengingat semua perintah ini di kepala anda, oleh karena itu anda dapat menyusun perintah-perintah ini pada file seperti AUTOEXEC.BAT atau CONFIG.SYS agar perintah-perintah ini dapat dijalankan secara otomatis sewaktu anda menyalakan komputer. Di bawah ini disajikan dua macam cara menjalankan perintah-perintah ini, yaitu dengan bantuan file CONFIG.SYS dan AUTOEXEC.BAT. Kedua-duanya sama-sama dapat digunakan, tergantung dari konfigurasi komputer yang dipakai. Di dalam percobaan-percobaan yang penulis lakukan, penulis menemui bahwa software Flexnet sebuah komputer baru dapat berjalan apabila file konfigurasinya diletakkan pada CONFIG.SYS, sementara pada sebuah komputer lainnya software Flexnet baru dapat berjalan apabila file konfigurasinya diletakkan pada AUTOEXEC.BAT. CONFIG.SYS [menu] menuitem=std,Original Configuration menuitem=pcfsb,SoundModem using SoundBlaster Pro menuitem=pcfess,Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port [common] [std] [pcfsb] installhigh=c:\flexnet\FLEXNET.exe installhigh=c:\flexnet\SMSBC.EXE -b:0×220 -i:7 -d:1 -ts:0×2F8 installhigh=c:\flexnet\FLEX.exe installhigh=c:\flexnet\SMAFSK12.exe installhigh=c:\flexnet\FSET.exe MODE 0 1200 installhigh=c:\flexnet\FSET.exe TXDELAY 0 35 installhigh=c:\flexnet\SMMIXER.exe -s:line -o:0 [pcfess] installhigh=c:\gold32\ESSCFG.EXE /A:220 /I:5 /D:1 /B D /J D /M D installhigh=c:\gold32\ESSVOL.EXE /V:8 /L:8 /W:8 /M:0 /C:8 /S:8 /A:0 installhigh=c:\flexnet\FLEXNET.exe installhigh=c:\flexnet\SMSBC.EXE -b:0×220 -i:5 -d:1 -ts:0×2F8 installhigh=c:\flexnet\FLEX.exe installhigh=c:\flexnet\SMAFSK12.exe installhigh=c:\flexnet\FSET.exe MODE 0 1200 installhigh=c:\flexnet\FSET.exe TXDELAY 0 35 installhigh=c:\flexnet\SMMIXER.exe -s:mic -o:0 AUTOEXEC.BAT c:\gold32\ESSCFG.EXE /A:220 /I:5 /D:1 /B D /J D /M D c:\gold32\ESSVOL.EXE /V:8 /L:8 /W:8 /M:0 /C:8 /S:8 /A:0 c:\flexnet\FLEXNET.exe c:\flexnet\SMSBC.EXE -b:0×220 -i:5 -d:1 -ts:0×2F8 c:\flexnet\FLEX.exe c:\flexnet\SMAFSK12.exe c:\flexnet\FSET.exe MODE 0 1200 c:\flexnet\FSET.exe TXDELAY 0 35 c:\flexnet\SMMIXER.exe -s:mic -o:0

Instalasi TCP/IP

Setelah aplikasi Flexnet terinstall, maka anda harus menginstall TCP/IP driver stack dari Windows. TCP/IP driver stack ini membuat modem radio tadi dapat dipakai oleh aplikasi-aplikasi Internet seperti Netscape Mail dan Microsoft Outlook. Bagi pembaca yang pernah menambahkan card Ethernet untuk LAN, langkah-langkah penambahan TCP/IP driver stack ini untuk Flexnet ini sama dengan penambahan card Ethernet untuk LAN. Proses ini melibatkan tiga langkah, yaitu penambahan adapter virtual Flexnet, protokol TCP/IP dan konfigurasi IP address dan gateway. Untuk menambahkan adapter Flexnet, pilih Start à Setting à Control Panel à Network à Add à Adapter à Have Disk. Kemudian masuk ke direktori Flexnet anda, misalnya C:\Flexnet. Pilih file ipax.inf, lalu tekan OK. Adapter akan segera diinstal pada komputer anda. Setelah anda menambahkan adapter Flexnet, anda dapat menambahkan protokol TCP/IP. Untuk menambahkannnya, dari jendela Network, pilih tombol Add à Protocol à Microsoft à TCP/IP. Setelah protokol ini ditambahkan, jendela Network akan terlihat seperti pada 2gambar7 dan anda dapat memilih properties protokol TCP/IP dengan menekan tombol “Properties”. Ada tiga bagian penting dari properti TCP/IP yang harus anda tambahkan, yaitu IP address komputer anda , IP address gateway tujuan dan informasi DNS (Domain Name System). Contoh konfigurasi IP address dapat anda lihat pada 2gambar8. Konsultasikan parameter ini dengan administrator gateway radio paket. Setelah protokol TCP/IP selesai diinstall, tambahkan informasi gateway tujuan ke dalam Flexnet. Caranya dengan masuk ke Flexnet Control Center à IP Routes. Apabila anda melakukannya untuk pertama kali, maka anda harus memasukkan nama callsign komputer anda. Setelah selesai, pilih menu IP Routes à Edit à New Routes. Akan muncul jendela seperti pada 2gambar9. Anda harus memasukkan IP address dan callsign gateway tujuan serta metoda koneksi yang anda pakai. Metoda koneksi ini ada tiga macam, yaitu :

  1. Datagram : Pilihan metoda koneksi berbasis datagram. Jika kita memilih ini, maka koneksi akan dilaksanakan tanpa membangun hubungan terlebih dahulu. Pilihan ini cocok untuk jaringan radio paket yang sibuk / crowded dan lambat.
  2. Virtual Circuit : Pilihan ini lebih cocok untuk jaringan radio paket point-to-point yang menderita ganggung dalam tranmisinya agar hubungan menjadi lebih reliable.
  3. Virtual Circuit with TCP compression: Pilihan ini menyatakan metoda koneksi dengan kompresi pada header TCP, sehingga overhead data yang dikirimkan bisa lebih sedikit.

Pengecekan Instalasi

Setelah instalasi perangkat keras dan aplikasi Flexnet telah dilaksanakan, anda harus memastikan instalasi ini telah berjalan, sehingga stasiun radio paket anda dapat berjalan dengan baik.

Radio

Pada saat melakukan percobaan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah memastikan sinyal yang dikirim oleh stasiun tujuan (gateway) dapat didengar oleh radio yang anda pakai, dan juga sebaliknya, sinyal yang anda kirimkan dari radio harus dapat didengar oleh stasiun tujuan (gateway). Jika dua hal ini tidak dapat tercapai, secara logika sederhana maka komunikasi sudah pasti tidak akan berjalan. Kabel dan konektor yang menghubungkan radio dengan modem juga merupakan faktor penting dalam kesuksesan melakukan hubungan radio paket. Penulis sering menemui kegagalan hubungan antar stasiun hanya karena kabel dan konektor yang tidak tersambung dengan baik.

Flexnet Control Center

Setelah CONFIG.SYS atau AUTOEXEC.BAT dijalankan oleh sistem, Windows akan menjalankan Flexnet Control Center pada waktu startup. Jika Flexnet telah berhasil di jalankan dengan sempurna maka akan terlihat gambar “logo” Flexnet pada layar seperti pada 2gambar10, kemudian gambar ini akan di-hide, namun dapat diakses kembali melalui System Tray Windows pada ujung layar sebelah kanan bawah. Setelah itu, anda harus mengatur dua parameter penting, yaitu TXDelay dan Baudrate. Parameter Flexnet ini diatur dari Flexnet Control Center. Dengan memilih menu Tools à Parameters, maka anda dapat mengatur parameter ini. Parameter TXDelay adalah parameter yang penting di perhatikan untuk menjamin keberhasilan komunikasi menggunakan radio paket. TXDelay adalah waktu tunda yang anda berikan sebelum modem mengirimkan data melalui radio. Mengapa waktu tunda ini di butuhkan? Waktu tunda ini digunakan untuk menjamin bahwa pada saat data dikirim ke radio, seluruh peralatan radio sudah stabil dari kondisi stand-by ke kondisi on-air. Delay yang cukup lama sering terjadi terutama di radio yang menggunakan Phase Lock Loop (PLL) karena membutuhkan waktu sekitar 200-300 ms agar rangkaian PLL stabil. Bagi radio-radio yang menggunakan kristal biasanya waktu tunda ini relatif cepat (di bawah 100ms).

SMDIAG.EXE

Untuk mengetahui apakah soundcard anda sudah dapat menerima transmisi data dari stasiun paket radio lawan atau belum, anda akan menggunakan aplikasi bernama SMDIAG.EXE. Aplikasi ini mampu melihat bentuk sinyal masukan ke soundcard. Fasilitas ini juga memudahkan anda untuk mengatur volume masukan radio atau soundcard untuk menghindari kelebihan masukan yang akan menyebabkan clipping / pemotongan sinyal yang akan merusak bentuk sinyal. Mohon di perhatikan bahwa disini anda akan menginjeksikan langsung keluaran speaker dari radio tranceiver ke masukan mic pada soundcard. Pada rig / radio transceiver yang besar umumnya sinyal keluaran speaker cukup kuat dan bisa menghancurkan rangkaian audio pada mic soundcard, penulis lebih menyarankan menggunakan handy transceiver jika ingin sinyal masukan tersebut kecil, kalaupun tetap ingin menggunakan radio transceiver besar – mohon digunakan volume sekecil mungkin. Untuk melihat apakah soundcard dapat memonitor / men-decode transmisi data dari stasiun lawan, anda jalankan SMDIAG.EXE. Akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Yang harus dilakukan adalah:

  1. Pilih ‘Display Input’ dengan menekan angka 1.
  2. Pilih ‘Display trace only when DCD on:off’ dengan menekan angka 4.

Jika telah muncul suatu sinyal kontinyu berwarna hijau, maka soundcard telah berfungsi sebagai modem radio. Tampak 2gambar11 adalah contoh tampilan sinyal tersebut pada layar. Kebetulan pada saat gambar ini di ambil tidak ada sinyal yang masuk ke soundcard sehingga sinyal yang ada hampir datar, hanya ada sedikit gelombang dari noise yang masuk. Jika soundcard mendecode / menerima transmisi data yang dikirim oleh stasiun lawan, maka akan muncul gambar seperti di bawah ini. Perhatikan tulisan D di ujung kanan atas layar yang menyatakan ‘Decode’. Artinya soundcard berhasil mendecode transmisi data yang masuk. Terlihat 2gambar12 sinyal dengan dua macam kerapatan yang berbeda. Dua kerapatan yang berbeda ini menunjukkan adanya dua frekuensi yang masing-masing menyatakan keadaan 1 dan 0.

BCT.EXE

Setelah soundcard mampu mendecode data, langkah selanjutnya adalah men-check apakah soundcard mampu berkomunikasi dua arah. Artinya stasiun lawan bisa menerima transmisi yang anda kirimkan. Untuk mengirimkan data, anda harus meninjeksikan sinyal dari speaker soundcard ke mic dari pesawat pemancar radio dan juga rangkaian PTT untuk menyala matikan pemancar. Harap diperhatikan bahwa sebagian soundcard yang ada di pasaran umumnya mempunyai daya keluaran yang cukup besar untuk di hubungkan ke speaker, jika sinyal sebesar itu di sambungkan ke Mic dari radio transceiver kemungkinan akan menghancurkan peralatan audio dari radio transceiver yang anda miliki. Untuk mengetest apakah PTT Circuit telah bekerja dengan baik, anda dapat menggunakan aplikasi bernama BCT.EXE. BCT adalah kepanjangan dari BayCom Terminal Program. Setelah aplikasi BCT.EXE dijalankan, akan muncul jendela seperti pada 2gambar13. Jendela terbagi atas tiga bagian. Bagian atas pertama merupakan tempat pengguna memasukkan perintah-perintah. Bagian tengah merupakan tempat penunjuk status koneksi. Bagian bawah merupakan tempat tracing. Untuk berkomunikasi dengan stasiun terdekat, anda gunakan perintah [Esc] (C)onnect <callsign>. Sebagai contoh, untuk menghubungi stasiun YB1ZX anda harus memasukkan perintah [Esc] CONNECT YB1ZX. Perhatikan bahwa [Esc] berarti anda harus menekan tombol Escape pada keyboard. Setelah perintrah dimasukan maka tidak lama kemudian akan muncul tanda SEND pada layar. Apabila PTT Circuit anda bekerja dengan baik, radio anda semestinya akan mengudara dan data akan dipancarkan setelah melalui TXDelay yang di set (misalnya 200ms). Jika hubungan berhasil dilakukan maka akan muncul informasi CONNECTED TO YB1ZX. Artinya stasiun yang anda miliki sudah terhubung pada jaringan AX.25 pada stasiun YB1ZX. Selanjutnya anda dapat mengirimkan kata-kata / informasi ke stasiun lawan (YB1ZX). Jika stasiun tujuan (YB1ZX) berada dalam keadaan stand-by dan monitor pada frekuensi, YB1ZX akan memberikan sinyal balasan, dan akan terdengar suara yang unik, dan di layar muncul tulisan INFO TRANSFER seperti yang terlihat pada 2gambar14, yang berarti anda telah berhasil mengirimkan informasi / kata-kata ke stasiun YB1ZX menggunakan protokol AX.25. Untuk menghentikan hubungan komunikasi melalui AX.25 dengan stasiun lawan (YB1ZX), anda harus meng-ketikkan [Esc] DISCON. Sesaat setelah perintah DISCON di ketikan, maka stasiun anda akan mengirimkan permohonan ke stasiun lawan (YB1ZX) untuk memutuskan hubungan. Pada layar akan informasi bahwa stasiun anda berada pada kondisi ‘Disc Request’, dan jika permohonan di kabulkan oleh stasiun lawan (YB1ZX) beberapa saat kemudian akan terdengar suara yang berbeda yang menyatakan hubungan telah selesai. Pada saat hubungan dengan stasiun lawan (YB1ZX) telah dihentikan maka pada layar akan tampil tulisan ‘Disconnected’. Semua ini menunjukan bahwa interaksi dengan stasiun lawan menggunakan protokol AX.25 dapat dilakukan dengan baik. Jika hubungan dengan yang dilakukan pada lapisan AX.25 ini berhasil dengan baik maka kemungkinan besar komunikasi menggunakan TCP/IP yang di jalankan di atas AX.25 juga akan berhasil dengan baik – tentunya jika tidak ada kesalahan setting yang cukup fatal. Bagian aplikasi BCT.EXE mengakhiri tulisan kedua ini. Pada bagian terakhir akan dijelaskan mengenai setting TCP/IP, sehingga stasiun radio paket dengan soundcard ini dapat digunakan untuk layanan Internet, seperti email.

PING.EXE

Perintah yang digunakan untuk mencheck hubungan TCP/IP adalah PING pada DOS prompt. PING pada prinsipnya mengirimkan sejumlah byte data ke stasiun tujuan dan mencheck apakah stasiun tujuan mengirimkan kembali byte data yang kita kirimkan tersebut dan mencatat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman data tersebut. Adapun parameter PING yang tersedia adalah sebagai berikut: C:\WINDOWS>ping Usage: ping [-t] [-a] [-n count] [-l size] [-f] [-i TTL] [-v TOS] [-r count] [-s count] [[-j host-list] | [-k host-list]] [-w timeout] destination-list Options: -t Ping the specifed host until stopped. To see statistics and continue – type Control-Break; To stop – type Control-C. -a Resolve addresses to hostnames. -n count Number of echo requests to send. -l size Send buffer size. -f Set Don’t Fragment flag in packet. -i TTL Time To Live. -v TOS Type Of Service. -r count Record route for count hops. -s count Timestamp for count hops. -j host-list Loose source route along host-list. -k host-list Strict source route along host-list. -w timeout Timeout in milliseconds to wait for each reply. Selanjutnya kita coba mem-PING gateway radio paket yang akan digunakan dengan perintah seperti di bawah ini: C:\>PING -t -l 10 -w 2000 44.132.80.1 Akan keluar pesan seperti pada 2gambar15. Arti dari perintah PING di atas adalah ping tanpa berhenti sampai dihentikan oleh user dengan ukuran panjang byte data yang dikirim sebesar 10 byte dan delay 2000 ms alias 2 detik, untuk host 44.132.80.1. Setelah ping dilaksanakan, akan dikirim paket-paket data yang digunakan untuk mengetes baiknya hubungan host anda dengan host lawan, dalam hal ini 44.132.80.1     sumber : “Teknologi Radio Paket” affan@itb.ac.id & Onno W. Purbo

Masukan ini dipos pada 27 Maret 2008 3:56 am dan disimpan pada jaringan, komputer dengan kaitan (tags) , . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.

2 Tanggapan to “Jaringan Paket Radio”

  1. prasetyo Berkata 5 Mei 2008 pada 7:46 am mau tanya nih, kalau kamu punya artikel nggak yang membahas tentang komponen dalam radio amatir, atau alat- alat yang digunakan dalam penggunaan radio amatir. terima kasih atas jawabanya. (klo bisa di bales di email ya?)

  2. kun Berkata 6 Mei 2008 pada 5:13 pm nggak punya mas… coba aja main² ke http://orari.or.id/ atau http://idxc.org/ pasti komunitasnya membantu koq..

Tinggalkan Balasan

Nama (wajib) Surat (tidak akan dipublikasikan) (wajib) Situs web <!– XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> –>

&lt;p&gt;&lt;img src=”http://pixel.quantserve.com/pixel/p-18-mFEk4J448M.gif” mce_src=”http://pixel.quantserve.com/pixel/p-18-mFEk4J448M.gif” style=”display: none” mce_style=”display: none” height=”1″ width=”1″ alt=”" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;

Agustus 16, 2008 Ditulis oleh izalberuh | 1 | | Belum Ada Tanggapan

Core duo dan core 2 duo

Core duo dan core 2 duo PDF Print E-mail Written by bayoetech Thursday, 06 March 2008 Kita sebagai penggua awam sering merasa bingung membedakan atara intel core duo dan intel core 2 duo. Padahal kita sudah semestinnya mengetahui perbedaan di antara keduannya agar tidak salah kaprah tentang kedua prosesor besutan intel tersebut. memng sepintas antar kedua prosesor ini memiliki kesamman, yang membedakan hanya akngka 2 yang ada di tengah-tengah nama intel core 2 duo tetpai apakah ahanya itu perbedaannya. Tidak saya rasa, intel pasti memiliki alasan sendiri mengapa mereka menempatkan angka 2 di sana. Intel sendiri membagi prosesor mereka menjadi tiga golongan atau tiga keluarga, ini berlaku untuk PC desktop dan juga notebook yaitu : 1. Intel Celeron 2. Intel Pentium 3. Intel Core Core duo berarti dua inti prosesor dalam satu chip (rumah/kemasan prosesor) dan termasuk dalam keluarga prosesor Intel Core. Pada PC Desktop dikenal dengan dual core dan ini terkadang disalahtafsirkan oleh pedagang komputer sebagai prosesor Core Duo. Core Duo adalah teknologi terbaru (keluarga prosesor Intel Core) yang hendak diterapkan Intel bagi Notebook. Seiring perkembangan diadakan perbaikan/pengembangan yang menghasilkan Core 2 Duo. Sepertinya Intel berkeputusan untuk juga menggunakan teknologi Core 2 Duo pada PC Desktop. Sehingga PC Desktop saat ini bisa mengadopsi teknologi Core 2 Duo tanpa perlu mengalami fase Core Duo. Kesimpulan umum – Core Duo dan Core 2 Duo memiliki dua inti prosesor ! – Core Duo diciptakan untuk Notebook, seiring perkembangan diciptakan teknologi Core 2 Duo yang mana selain bisa digunakan untuk notebook juga bisa digunakan oleh PC Desktop. – Tidak ada processor Core Duo untuk PC Desktop yang ada yaitu langsung Core 2 Duo, sebelumnya dua inti prosesor juga sudah pernah diterapkan pada PC Desktop yaitu pada keluarga prosesor Pentium diantaranya adalah Pentium Dual-Core dan Pentium D namun microarchitecture antara keluarga prosesor Intel Pentium dan keluarga prosesor Intel Core tersebut sangat jauh berbeda termasuk ukuran transistornya. Perbedaan tersebut mempengaruhi kinerja, tingkat kebutuhan energi/daya (wattage), dan panas yang dihasilkan. Pada Core 2 Duo kebutuhan energi dan panas yang dihasilkan jauh lebih kecil dibadingkan pada keluarga prosesor Intel Pentium yang berintikan dua prosesor. Spesifikasi dari berbagai nomor prosesor Core Duo (Notebook) [Processor Number] [Architecture] [Cache] [Clock Speed] [FSB] [Power] [Intel® VT±] [Enhanced Intel SpeedStep® Technology] [Execute Disable Bit°] T2700 65 nm 2 MB L2 2.33 GHz 667 MHz 31W Y Y – T2600 65 nm 2 MB L2 2.16 GHz 667 MHz 31W Y Y Y T2500 65 nm 2 MB L2 2 GHz 667 MHz 31W Y Y Y T2450 65 nm 2 MB L2 2 GHz 533 MHz 31W – Y Y T2400 65 nm 2 MB L2 1.83 GHz 667 MHz 31W Y Y Y T2350 65 nm 2 MB L2 1.86 GHz 533 MHz 31W – Y Y T2300 65 nm 2 MB L2 1.66 GHz 667 MHz 31W Y Y Y T2250 65 nm 2 MB L2 1.73 GHz 533 MHz 31W – Y Y T2050 65 nm 2 MB L2 1.6 GHz 533 MHz 31W – Y Y T2300E 65 nm 2 MB L2 1.66 GHz 667 MHz 31W – Y Y L2500 65 nm 2MB L2 1.83 GHz 667 MHz 15W Y Y Y L2400 65 nm 2MB L2 1.66 GHz 667 MHz 15W Y Y Y L2300 65 nm 2MB L2 1.50 GHz 667 MHz 15W Y Y Y U2500 65 nm 2MB L2 1.20 GHz 533 MHz 9W Y Y Y U2400 65 nm 2MB L2 1.06 GHz 533 MHz 9W Y Y Y L = Low voltage U = Ultra low voltage Core 2 Duo – Architecture: 65nm – Memiliki beberapa fitur tambahan yang tidak terdapat pada Core Duo seperti : * Intel® Wide Dynamic Execution: Enabling delivery of more instructions per clock cycle to improve execution time and energy efficiency. * Intel® Smart Memory Access: Improving system performance by optimizing the use of the available data bandwidth. * Intel® 64: Enables the processor to access larger amounts of memory. With appropriate 64-bit supporting hardware and software, platforms based on an Intel processor supporting Intel 64 architecture can allow the use of extended virtual and physical memory. Spesifikasi dari berbagai nomor prosesor Core 2 Duo untuk Notebook [Processor Number] [Cache] [Clock Speed] [FSB] [Intel® VT±] [Intel® TXT±] T7800 4 MB L2 2.60 GHz 800 MHz Y – T7700 4 MB L2 2.40 GHz 800 MHz Y – T7600 4 MB L2 2.33 GHz 667 MHz Y – T7500 4 MB L2 2.20 GHz 800 MHz Y – T7400 4 MB L2 2.16 GHz 667 MHz Y – T7300 4 MB L2 2 GHz 800 MHz Y – T7250 2 MB L2 2 GHz 800 MHz Y – T7200 4 MB L2 2 GHz 667 MHz Y – T7100 2 MB L2 1.80 GHz 800 MHz Y – T5600 2 MB L2 1.83 GHz 667 MHz Y – T5550 2 MB L2 1.83 GHz 667 MHz – – T5500 2 MB L2 1.66 GHz 667 MHz – – L7500 4 MB L2 1.60 GHz 800 MHz Y – L7400 4 MB L2 1.50 GHz 667 MHz Y – L7300 4 MB L2 1.40 GHz 800 MHz Y – L7200 4 MB L2 1.33 GHz 667 MHz Y – U7600 2 MB L2 1.20 GHz 533 MHz Y – U7500 2 MB L2 1.06 GHz 533 MHz Y – Spesifikasi dari berbagai nomor prosesor Core 2 Duo untuk Desktop [Processor Number] [Cache] [Clock Speed] [FSB] [Intel® VT±] [Intel® TXT±] E6850 4 MB L2 3 GHz 1333 MHz Y Y E6750 4 MB L2 2.66 GHz 1333 MHz Y Y E6700 4 MB L2 2.66 GHz 1066 MHz Y – E6600 4 MB L2 2.40 GHz 1066 MHz Y – E6550 4 MB L2 2.33 GHz 1333 MHz Y Y E6540 4 MB L2 2.33 GHz 1333 MHz Y – E6420 4 MB L2 2.13 GHz 1066 MHz Y – E6400 2 MB L2 2.13 GHz 1066 MHz Y – E6320 4 MB L2 1.86 GHz 1066 MHz Y – E6300 2 MB L2 1.86 GHz 1066 MHz Y – E4600 2 MB L2 2.40 GHz 800 MHz – – E4500 2 MB L2 2.20 GHz 800 MHz – – E4400 2 MB L2 2 GHz 800 MHz – – E4300 2 MB L2 1.80 GHz 800 MHz – -

Juni 13, 2008 Ditulis oleh izalberuh | 1 | | Belum Ada Tanggapan

mozilafirefox

Menghemat Mozilla Hingga 3x Lipat

29 April 2008   02:16:08 ( Sys Admin TSDC )

Bagi Anda pengguna setia Mozilla Firefox
pernahkah Anda frustasi saat berselancar dengan firefox tiba – tiba
komputer Anda melambat atau bahkan ngadat? Mengapa hal ini bisa terjadi?
Salah satu penyebab utamanya adalah karena firefox itu sendiri. Meski
populer rupanya Firefox bukanlah browser ringan. Browser ini tergolong
tambun dan boros, karena menghabiskan resource komputer yang lumayan
tinggi.

Untuk pertama kali dijalankan
saja browser ini (versi 2) menghabiskan paling sedikit 10 mega memori
di Linux, dan 20 mega di Windows. Semakin banyak Anda membuka tab / web
maka semakin besar memori yang dihabiskan dan semakin sibuk pula CPU
Anda bekerja. Anda bisa mengeceknya via aplikasi semacam top dan free
di console atau ksysguard di KDE. Dari sisi manajemen memori tampaknya
browser ini masih kalah dibanding rivalnya Opera.

Eiittss…gak
perlu berkecil hati dan lekas-lekas memutuskan berpindah ke browser
lain. Karena dengan sedikit tune up Anda bisa memperbaiki kinerja
Firefox kesayangan. Ada sedikit tips yang mungkin berguna untuk anda.

1. Batasi kapasitas cache memori
Setiap
kali Anda membuka sebuah halaman web, Firefox otomatis akan
menyimpannya dalam cache memori. Secara default Firefox menggunakannya
sebesar jumlah maksimal RAM yang Anda miliki. Itulah mengapa semakin
banyak Anda membuka web, memori komputer Anda semakin habis. Untuk
membatasinya tambahkan opsi: browser.cache.memory.capacity. Caranya
klik kanan, New > Integer. Ketik browser.cache.memory.capacity,
enter, masukkan angka 2048. 2048 disini artinya gunakan cache memori
maksimal hanya 2 Mega. Anda bisa coba – coba dengan angka yang lain,
namun usahakan merupakan kelipatan dari 1024.

2. Batasi kapasitas cache history
Sama
seperti cache memori, hanya bedanya peruntukan cache disini oleh
Firefox lebih ditujukan untuk mempercepat loading halaman saat Anda
menekan tombol back dan forward pada browser. Apabila Anda jarang
memakai back dan forward, ada baiknya Anda set dengan nilai kecil guna
menghemat memori. Pada filter ketikkan:
browser.sessionhistory.max_total_viewers, ubah nilai -1 menjadi 3.
Default -1 artinya gunakan semaksimal RAM yang ada. hmm.. nilai default
dari Firefox benar-benar rakus bukan?

3. Batasi kapasitas cache disk
Secara
default Mozilla menset ukuran cache disk sebesar 50 Mega. Tentunya ini
pemborosan memori. Mensetnya menjadi 2 MB dapat memberikan performa
yang positif khususnya bagi komputer dengan memori dibawah 128 MB dan
harddisk model lama. Pada filter ketikkan: browser.cache.disk.capacity,
ubah nilai 50000 menjadi 2000.

4. Batasi extension/add-ons
Semakin
banyak add-ons yang Anda gunakan, semakin besar RAM yang dihabiskan.
Disable add-ons yang kurang Anda gunakan. Untuk membandingkan performa
memori yang digunakan saat menggunakan dan tanpa add-ons dapat
dilakukan dengan mencoba menjalankan Firefox pada kondisi safe-mode.
Caranya dengan perintah: $ firefox -safe-mode. Pada pilihan yang muncul
pastikan Anda beri tanda pada opsi: Disable all add-ons.

5. Disable Flash
Tahukah
anda bahwa animasi flash yang di load saat Anda membuka web memakan
resource RAM yang lumayan besar? Konsekuensinya adalah waktu loading
menjadi lebih lambat dan berat. Bahkan pada plugin flash sebelum versi
9, resource RAM yang dipakai merupakan akumulasi dari jumlah flash yang
dibuka sebelumnya. Gerah? Ada baiknya anda disable flash. Silahkan
download dan install flashblock addon disini:
http://downloads.mozdev.org/flashblock/flashblock-1.5.5.xpi (untuk firefox > 1.5.5)

6. Disable download history
Sebaiknya
anda nonaktifkan fitur history ini. Karena semakin banyak download
history yang disimpan, maka akan menurunkan performa Firefox. Apalagi
bila media penyimpannya pada media removeable seperti disket. Caranya
mudah, pilih menu Tools > Options > Privacy. lalu hilangkan
pilihan pada “Remember what I’ve downloaded”

7. Load yang perlu saja
Secara
default Firefox tanpa kita sadari merusaha melakukan pre-download pada
link halaman web yang mungkin akan kita klik. Hal ini meniru taktik
Google yang mencache terlebih dahulu result pertama dari link pencarian
yang dia temukan. Tentu cara ini hanya memboroskan bandwdith, dan
performa CPU. Untuk menonaktifkan fitur ini ketik pada filter:
network.prefetch-next, klik dua kali, agar nilainya menjadi false.

8. Download dan segera tampilkan.
Tips
ini mungkin berguna buat yang tidak sabaran. Umumnya firefox akan
menunggu beberapa saat setelah download untuk mulai menampilkan halaman
yang dituju. Untuk memaksa Firefox agar segera menampilkan halaman web
yang didownloadnya Anda bisa menset nilai: nglayout.initialpaint.delay
menjadi 0. Apabila belum ada silahkan klik kanan, new > integer >

nglayout.initialpaint.delay

Tips untuk menghemat memori lainnya
adalah dengan mengaktifkan fitur config.trim_on_minimize. Hanya saja
fitur ini hanya efektif pada lingkungan Windows. Caranya klik kanan,
new > boolean, ketikkan config.trim_on_minimize. Set nilainya True.
Dengan cara ini setiap kali Firefox di minimize, otomatis memori yang
di pakai akan dilepas / dibebaskan, sehingga dapat dipakai untuk proses
aplikasi lainnya.

OK, apabila langkah – langkah diatas telah
Anda kerjakan, langkah terakhir adalah me-restart Firefox kesayangan
Anda. Bagaimana kini performa Firefox Anda? Saya tunggu komentarnya.

Sumber : http://majalah-linux.baliwae.com/

Kembali ke halaman sebelumnya

Login Area

Anda telah Login menggunakan No. Speedy 111102100201@telkom.net. Silahkan melakukan pendaftaran User Web Speedy untuk memanfaatkan fitur-fitur terbaru web ini!

Anda dapat login mengunakan user Web Speedy atau username Speedy yang anda miliki.

Username :

Password :

Info Pemakaian Speedy

111102100201@telkom.net

Pemakaian pada bulan Mei 2008

 
0% 100%
Info :
      % Pemakaian 25,32%
      % Sisa Limit 74,68%
Pemakaian 12:39:33
Limit 50:00:00
Kelebihan 0:00:00

Mei 12, 2008 Ditulis oleh izalberuh | 1 | | Belum Ada Tanggapan