Istri Yang Baik
Sabtu 16 Feb, 10:09 AM Sangat penting bagi seorang laki-laki untuk mengerti kualitas dan sifat-sifat seorang wanita sebelum dia dipertimbangkan sebagai seorang istri.
Dilaporkan dalam Musnad Imam Ahmad, dari Sa’ad bin Abi Waqqas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Tiga sebab kebahagiaan anak Adam dan tiga hal penyebab penderitaan. Penyebab kebahagiaan anak Adam adalah : (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus dan (3) Kendaraan yang bagus. Hal yang menyebabkan menderita : Istri yang jelek, rumah yang buruk dan kendaraan yang buruk.”
Dilaporkan juga dalam Shahih al-Jaami’ bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Empat hal yang menyebabkan kebahagiaan: (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus, (3) Tetangga yang baik, dan (4) Kendaraan yang bagus. Empat hal yang menyebabkan menderita: Istri yang buruk, tetangga yang buruk, kendaraan yang jelek dan rumah yang sempit/kecil.”
Sangat penting dan perlu atas seorang laki-laki untuk melihat seorang wanita yang bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik bagi anak-anaknya (di masa depan). Dalam hadits lain diriwayatkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Dunia (hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini adalah istri yang baik (sholehah).” (Shahih Muslim, Kitab 14, Bab 17, Hadits No. 1467)
Saat ini sangat sulit untuk menemukan istri yang baik karena dia merupakan harta benda yang jarang ditemukan. Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Ibnu ‘Abbas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh Umar bin al-Khattab Radliallahu Anhu:
“Akan aku informasikan kepadamu harta benda yang terbaik yang bisa seseorang dapatkan, yaitu istri yang baik (shalehah). Ketika dia (suaminya) melihatnya dia akan membuatnya senang dan ketika dia diperintah maka akan patuh dan ketika dia ditinggal (jauh dari suami) maka akan menjaga dirinya.”
Hadits ini merupakan pernyataan yang jelas bahwa istri yang baik adalah orang (1) yang membuat senang dan bahagia hati suami ketika suaminya melihatnya, (2) mematuhi suaminya ketika dia memerintah mengerjakan sesuatu, dan (3) melindungi kehormatannya, rahasianya, keluarga (anak-anak) dan hartanya ketika suami tidak ada di sisinya.
Diriwayatkan dalam Shohih al-Jaami’ bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Hati yang bersyukur, lisan yang mengingat Allah dan istri yang baik (zaujah shalihah) yang akan menolong kamu dalam urusan hidupmu dan agamamu, inilah harta benda terbaik yang dapat dimiliki manusia.”
Sangat penting bagi seorang wanita-orang yang akan menjadi istrimu dan membantu kamu menegakkan dien (agama) memiliki sifat-sifat dan kualitas tersebut sebelum kamu mempertimbangkan/memutuskan untuk menikahinya.
Allah meminta kita untuk menikah dengan orang yang baik, shalehah dan bertaqwa:
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS An-Nur: 32)
Dalam ayat lain, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman tentang sifat-sifat wanita jannah (surga):
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS An-Nisaa’: 34)
Shalihat artinya mereka adalah wanita yang baik agamanya. Qaanitaat artinya mereka patuh terhadap suaminya. Dan Haafizaat lil-Ghaib artinya mereka menjaga harta, kekayaan, anak-anak suaminya dan seterusnya tatkala suaminya pergi.
Dilaporkan dalam Mu’jam ath-Thabraani al-Kabiir dan Shahih al-Jaami’, dari Abdullah bin Salaam Radliallahu Anhu bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Wanita yang terbaik adalah wanita yang menyenangkan kamu tatkala kamu melihatnya, mematuhimu ketika kamu memerintahnya, menjaga dirinya sendiri (kesuciannya) dan harta kamu dalam ketiadaan kamu.”
Wanita yang patuh (taat) kepada Allah, Rasul-Nya dan suaminya maka tidak diragukan lagi dia layak mendapatkan jannah. Dilaporkan dalam Musnad al-Imaam Ahmad bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :
“Jika seorang wanita menegakkan sholat 5 waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kesuciannya dan mematuhi suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di hari pengadilan), masuklah ke dalam surga dari pintu yang kamu sukai.”
Oleh karena itu, sifat-sifat dari wanita yang baik yang telah disebutkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rosul-Nya adalah:
* Shaalihat, mereka melaksanakan dien dan memiliki dien/agama yang baik
* Qaanitaat (mutii’aat), patuh kepada suaminya sepanjang dia tidak memerintahkan untuk tidak patuh kepada Allah.
* Menjaga diri mereka tatkala suaminya tidak ada
* Menjaga harta, kekayaan dan anak-anak suami
* Membahagiakan hati suami (yaitu dengan aktif untuk menyayangi dan bersosialisasi dengannya)
Dilaporkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :
“Wanita (pada umumnya) dinikahi karena 4 hal : karena hartanya, karena statusnya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang baik agamanya, maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir-pasir (kebaikan).” (Shahih Muslim, Hadist No. 1466)
Taribat Yadaak (maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir) artinya bahwa jika seseorang memilih seorang wanita yang memiliki kebaikan dien dalam pernikahan mereka maka tangan mereka akan dipenuhi kebaikan dan mereka menjaga diri mereka dari sesuatu yang tidak menyenangkan hidup.
Jika seorang wanita memiliki agama yang baik, maka dia akan membawa ketenangan di rumahnya dan akan menyebabkan kebahagiaan pada suaminya. Dia akan menjadi lahan yaitu melahirkan anak-anak yang baik dan mereka akan mewarisi sifat-sifatnya dan karakter-karakternya. Bagaimanapun, jika dia menyimpang maka anak-anaknya akan mewarisi karakternya yang buruk dan personalitasnya, pernikahan akan mengalami petaka kegagalan, adapun suami akan gagal memenuhi apa yang diperintahkan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yaitu untuk memilih wanita yang baik.
Wanita yang baik akan selalu menyesuaikan apa yang dia katakan dengan lakukan, dia adalah penjaga harta suaminya, rahasianya, kehormatan dan reputasinya. Reputasinya sebagai seorang wanita yang baik akan membawa kehormatan kepada keluarga.
Tidak diragukan, kecantikan, karakternya, personalitas, ketaqwaan dan agamanya melebihi kecantikan wajah dan fisiknya yang nampak. Hal tersebut akan tinggal selamanya. Adapun kalau kecantikan wajah maka akan berubah (yaitu kerena faktor usia) hanya dalam ukuran tahun.
Untuk wanita yang buruk akhlaqnya, kalau dia tua maka dia akan mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia masih muda dan merasa seperti wanita-wanita yang berumur belasan tahun. Dia tidak akan punya waktu untuk membaca Al-Qur’an, mengurus anak-anak atau bahkan suaminya. Sebaliknya dia akan berada di depan kaca, menggunakan make-up, dan mencoba menyembunyikan keriput dan noda-noda di wajahnya.
Wanita yang baik, akan selalu ingat akan tanggung jawab terhadap suaminya dan kewajibannya kepada Allah. Dia akan selalu mengingatkannya untuk sholat, mendorongnya untuk berdakwah dan mendukung jihad serta mengerjakan kewajiban-kewajibannya tanpa diminta. Jika suaminya baik maka suaminya akan memenuhi kebutuhannya dan memperhatikannya, dia tidak akan pernah melirik wanita lain karena istrinya tertambat di dalam hatinya.
Abdullah bin Rawaahah Radliallahu Anhu memiliki seorang budak hitam. Dia pernah memukulnya dan kemudian dia merasa bersalah karena telah melakukannya. Dia kemudian pergi menemui Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam dan mengatakan kepadanya apa yang terjadi. Nabi bertanya kepada Abdullah tentang gambaran karakternya. Abdullah menginformasikan kepada Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bahwa dia (budak wanitanya) berpuasa, sholat dan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah. Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bertanya lagi, “Berarti dia adalah seorang yang beriman.” Abdullah Radliallahu Anhu berkata, “Saya akan pergi untuk membebaskannya dan menikahinya.”
Ada beberapa orang yang mulai mencela Abdullah karena menikahi seorang budak wanita, karena mereka masih sering melirik orang-orang kafir untuk mereka nikahi. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala kemudian menurunkan ayat :
“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (QS. Al-Baqarah, 2:221)
Dilaporkan juga bahwa ayat ini diturunkan berkaitan dengan wanita berkulit hitam yang berada di bawah kekuasaan Hudaifah bin al-Yaman Radliallahu Anhu. Hudaifah berkata kepada Khansaa’, budak wanitanya : “Wahai Khansaa’, Allah telah berfirman tentang kamu. Oleh karena itu, saya akan membebaskanmu, kemudian menikahimu.”
Dalam ayat ini subyek utamanya adalah agama yang baik. Kecantikan tubuh atau wajah bersifat subyektif tiap orang. Beberapa orang menyukai wanita dengan hidung yang mancung, yang lainnya menyukai wanita dengan hidung yang pendek. Beberapa orang juga menyukai wanita yang bermata lebar, adapun yang lain lebih tertarik pada wanita yang bermata sipit. Beberapa laki-laki menyukai wanita yang besar, yang lainnya menyukai yang langsing. Beberapa diantaranya menyukai wanita yang pendek, yang lainnya suka yang tinggi. Jadi kecantikan itu tergantung mata yang melihat. Apakah keumuman setiap laki-laki menyukai wanita yang baik agamanya, personalitas dan karakternya? Atau lebih menyukai wanita yang cantik di luar sana akan tetapi dia suka menyumpah, berteriak-teriak dan memiliki karakter yang buruk?
Dilaporkan dalam Shohih Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Tiga orang yang akan mendapatkan pahala ganda yaitu:
(1) Seseorang dari golongan ahlul kitab (Yahudi atau Nasrani) yang beriman kepada nabinya (Isa atau Musa) kemudian beriman kepada Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam (yaitu masuk Islam).
(2) Seorang budak yang memenuhi kewajibannya kepada Allah dan juga kepada majikannya.
(3) Seorang majikan (pemilik budak) yang memiliki budak wanita kemudian mengajarinya jalan yang terbaik (dien/agama), membebaskannya kemudian menikahinya. Bagi dirinya (orang majikan tersebut) akan mendapatkan 2 pahala.”
(Kitab Ilmu, Bab 31, Hadist No. 97).
Pasangan yang terbaik dalam hidup ini adalah wanita yang beriman (muslim) dengan kebaikan agamanya maka ia akan dapat menolong suaminya untuk menempuh kehidupan yang sesuai dengan Islam.
Istri yang baik adalah seperti Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anhu, istri Nabi Salallahu Alaihi Wasallam, wanita yang mengimaninya ketika orang-orang mengkufurinya; mempercayainya ketika orang-orang tidak mempercayainya; menerima apa yang beliau katakan ketika orang-orang mengingkarinya; melindunginya ketika beliau membutuhkannya; menolongnya ketika orang-orang mencoba untuk mencelakakannya. Khadijah mendampinginya dalam kehidupan yang susah maupun senang.
Wanita yang baik adalah seperti Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhu, wanita yang sangat bangga akan agamanya. Dia mengirimkan anak laki-lakinya ke jalan surga dengan syahid, dan dia mendorongnya untuk berdiri teguh di depan Thaghut sampai mati dengan kematian yang mulia.
Istri yang baik adalah seperti Shafiyyah binti Abdil Muthalib Radhiyallahu Anhu, wanita yang sibuk ke medan perang untuk memerangi Yahudi yang ingin menyerang kehormatan orang-orang yang beriman.
Istri yang baik adalah seperti Sahaabiyyah Khansaa’ Radhiyallahu Anhu, wanita yang mengirim semua anak laki-lakinya yang berjumlah 4 untuk pergi berjihad. Ketika datang berita bahwa keempat anak laki-lakinya syahid, dia berkata: “Terima kasih ya Allah karena telah menjadikan mereka semua syahid dan aku berdo’a agar aku dapat bertemu dengan mereka di hari pengadilan nanti!”
Istri yang baik adalah Waluud yang artinya dia ingin memiliki anak. Dia bukanlah seseorang yang mengatakan, “Aku ingin menjaga penampilanku dan tidak ingin memiliki anak.” Istri yang baik adalah orang yang ingin memiliki banyak anak.
Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Menikahlah dan perbanyaklah anak-anakmu, sesungguhnya aku akan membanggakan kamu di hari pengadilan nanti.” (Shahih al-Jaami’, Hadist No. 3366)
Jadi tujuan dari pernikahan bukan hanya untuk memperoleh kenikmatan akan tetapi juga untuk meneruskan ras manusia.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS Al-Kahfi: 46)
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala juga berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran: 14)
Ada banyak hal yang diingini oleh manusia-manusia: wanita, anak-anak, emas, perak (harta), kuda dan seterusnya; akan tetapi apa yang Allah berikan kepada kita di akhirat adalah jauh lebih baik.
Dalam Surat Maryam dikatakan bahwa Zakariyyah Alaihi Salam memohon kepada Allah:
“Ia berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” (QS Maryam: 4-6)
Jadi alasan menikah adalah memiliki anak. Inilah kenapa sangat penting bagi wanita untuk memahami hal ini sebelum dia menikah, yaitu dia diharapkan untuk memiliki anak, bukan untuk menyelesaikan pendidikannya atau belajar mengendarai mobil.
Jika dia tidak tahu bagaimana cara untuk memasak, bersih-bersih, mencuci atau menjahit, tidak juga ingin memiliki anak, lantas untuk apa dia sebagai seorang istri?
Wanita yang baik adalah yang lembut, bijaksana dan lemah lembut. Jika suaminya berbicara kepadanya, dia tidak membantah atau berteriak kembali kepadanya. Sekiranya dia seorang istri, dia bukanlah pegulat atau petinju.
Mukmin yang baik, suami yang baik dan istri yang baik akan meminta dan memohon kepada Allah agar dianugerahi anak yang sholeh:
“Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqaan: 74)
Bahkan malaikat-malaikat beristighfar dan memohonkan ampun kepada Allah untuk manusia, istrinya dan anak-anaknya serta menjadikan mereka bahagia:
“Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Mu’min:
Kenikmatan dunia adalah istri dan anak. Jika seorang wanita tidak bisa melahirkan anak disebabkan dia sakit maka ini bukanlah kekuasaan-Nya. Akan tetapi jika dia sangat menginginkan untuk memiliki anak maka dia adalah wanita yang baik agamanya. Dia tidak harus cantik (sesuai dengan pandangan beberapa orang), akan tetapi dia dapat menawan hati suaminya dengan karakternya dan personalitasnya. Daripada menggunakan kecantikannya akan tetapi di setiap waktu dia berbicara dengan suara seperti George Bush atau Khaddafi.
Dilaporkan dalam Sunan Abu Dawud bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam dan berkata kepadanya, “Aku mencintai seorang wanita yang baik nama (statusnya) yaitu cantik, akan tetapi tidak bisa punya anak. Apakah anda menyarankan aku untuk menikah dengannya?” Nabi Salallahu Alaihi Wasallam berkata, “Jangan.” Laki-laki tadi datang kembali 2 kali akan tetapi setiap kesempatan Nabi Salallahu Alaihi Wasallam menjawabnya, “Jangan.” Setelah waktu yang ketiga kalinya Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Nikahilah wanita yang waduud (patuh, takut kepada suami) dan waluud (bisa punya anak). Aku akan membanggakan kamu (di hari pengadilan nanti).” (Sunan Abu Dawud, Kitabun Nikaah, Hadist No. 2050)
Wanita yang waluud yaitu bisa punya anak dan memiliki kesehatan yang bagus. Biasanya jika ibunya atau bibinya punya anak banyak maka dia akan mampu memiliki anak juga.
Wanita yang waduud adalah wanita yang bijaksana dan baik terhadap suaminya. Dia tersenyum kepadanya, berbicara dengan bijak dan ingin suaminya menjadi bahaga. Dia akan tersenyum dengan cinta dan kasih sayang.
Dilaporkan dalam hadits shahih al-Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Di antara semua wanita-wanita yang menunggang onta (yaitu wanita-wanita Arab); wanita dari Bani Quraisy adalah yang terbaik. Mereka penyayang dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan penjaga terbaik atas kekayaan suami mereka.” (Al-Bukhari, Kitab 60, Bab 46, Hadist No. 3434)
Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menggambarkan mereka sebagai yang terbaik karena mereka lemah lembut dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan secara otomatis akan disayang dan diridhai suami mereka.
Wanita yang baik adalah penjaga dan pelindung harta kekayaan dan rahasia-rahasia suami mereka. Apa yang suaminya katakan terhadapnya secara pribadi, dia tidak seharusnya mempublikasikan atau mengatakan kepada temannnya.
Mudah untuk mendapatkan suami yang baik saat ini, akan tetapi tidak mudah untuk mendapatkan istri yang baik.
Istri yang baik akan mengikuti pendapat (hukum) dari suaminya, bukan dengan pendapatnya sendiri. Dia tidak akan mengatakan kepadanya, “Kamu dapat merayakan I’ed hari ini, akan tetapi aku akan merayakannya besok.”
Seorang suami tidak akan pernah hidup dalam ketenangan jika menikah dengan wanita yang agamanya sesat, seorang Habashi, Deobandi atau Tahriiri. Inilah kenapa begitu penting bagi dirinya untuk menikahi seorang wanita yang mengikuti pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (mengikuti nabi dan sahabat-sahabatnya).
Keduanya idealnya memiliki agama yang sama dan aqidah (keyakinan) yang sama. Jika seorang istri mengimani bahwa Allah berada di atas ‘Arsy-Nya, sementara suaminya mengimani bahwa Allah ada dimana-mana, maka akan selalu terjadi perselisihan pendapat dan debat argumen, adapun pernikahannya tidak akan bisa melakukan kerjasama diantara keduanya.
Agama yang baik bukan hanya shalat atau berpuasa. Jika seorang laki-laki memiliki agama yang baik, dia akan mengimani bahwa Yahudi dan Nasrani adalah kafir, dan jika wanita memiliki agama yang buruk maka dia akan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman.
Lebih lanjut, wanita tersebut akan mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah negara sekuler, dimana pikiran-pikiran mereka akan diracuni dengan pemikiran kufur.
Jika seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita Barelwi atau pelaku bid’ah maka istrinya akan mengajarkan anak-anaknya untuk menyembah kuburan dan meminta bantuan dari orang yang sudah meninggal dunia.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Ruum: 21)
Bagaimana mungkin akan ada ketenangan dalam pernikahan jika istrinya menekan suaminya untuk membelikannya baju-baru baru, sepatu berhak tinggi, tas dan barang-barang perhiasan setiap hari? Setiap hari dia butuh waktu berjam-jam untuk bermake-up (berhias) dan jika suaminya mengomentarinya mengenai satu hal maka dia akan membuat hidup suaminya sedih. Itu bukanlah sifat seorang istri yang seharusnya.
Wanita butuh untuk meraih cinta dari suaminya dan menginginkan untuk dapat meraih surga melaui taat pada suaminya. Dia akan memasak untuknya, membersihkan baju-bajunya, menyetrika pakaian-pakaiannya dan menyiapkan makanan. Dia bukanlah seorang budak atau pembantu, akan tetapi ini adalah peran normal dari seorang istri.
Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Aku akan informasikan kepadamu tentang wanita ahli surga! (mereka adalah) waduud (penuh kasih sayang dan sayang kepada suami mereka), waluud (subur) dan bermanfaat. Jika dia berpamitan kepadamu maka dia akan mengatakan, “Disini tanganku yang ada dalam tanganmu. Saya tidak bisa tidur hingga kamu senang.” (Shohih al-Jaami’)
Hadits ini menggambarkan seorang wanita jannah (surga) yang digambarkan sebagai seorang yang tidak akan beranjak tidur (setelah berpamitan kepada suaminya) hingga dia memegang tangannya dan berkata, “Saya akan beranjak tidur hingga kamu ridha terhadapku.” Atau hingga dia dimaafkan. Di manakah macam wanita jenis ini sekarang ini? Sekarang, jika suami berpamitan kepada istrinya maka istrinya akan mengatakan kepadanya pergilah ke neraka dan membuat suaminya tidur dalam kebun.
Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menyarankan para pengikut-pengikutnya untuk menikah dengan wanita yang perawan. Konsep ini memberi tekanan bagi seorang wanita agar mempertimbangkan dengan benar masalah perceraian karena dia akan mengetahui bahwa akan sulit baginya untuk menikah lagi.
Inilah salah satu cara bahwa Islam melindungi keluarga; seorang istri tidak bisa lari hanya karena dia tidak memiliki televisi (sebagai contoh) karena dia tahu bahwa perceraian adalah sebuah pantangan dalam pernikahan.
Saat ini jika seorang suami mencoba menasehati dispilin kepada istrinya maka istrinya akan berteriak kepadanya atau berpikir bahwa suaminya mencoba untuk mengontrolnya.
Lebih lanjut jika dia (suaminya) berpamitan kepada istrinya maka dia tidak akan menemaninya karena dia pergi untuk melihat TV dan melihat laki-laki lain yang dia sukai.
Pada masa lalu, seorang ibu menasehati anak perempuannya, “Jadilah sebagai pembantu/hambanya, maka dia akan menjadi hambamu. Jadilah lahannya, dan dia akan menjadi akarmu.”
Saya berdoa kepada Allah semoga pelajaran ini dapat memberi pencerahan atas kriteria untuk memilih patner yang baik. Selalu perhatikanlah kebaikan agamanya karena orang yang mengetahui hukum syari’ah maka diapun juga akan mengetahui mana yang halal dan yang haram.
Wallahu’alam bis showab!
Kashmir, Bumi Jihad yang Terlupakan
Rabu 12 Mar, 06:37 PM Arrahmah Analysis – Kashmir merupakan salah satu wilayah konflik yang tak terselesaikan sejak tahun 1947 hingga kini. Wilayah yang terkenal dengan keindahan alamnya yang menjadi rebutan India dan Pakistan. Tidak banyak yang tahu perjuangan Kaum Muslimin di sana, yang berjihad membebaskan bumi Kashmir dari tentara kafir India. Bagaimana sebenarnya latar belakang yang menimpa kaum Muslimin di Kashmir ini? Apa solusi terbaik untuk mengatasi konflik berkepanjangan di Kashmir?
Lembah Lolab, daerah pendudukan Kashmir 1996. Musim dingin kali itu tidak hanya menurunkan salju, tetapi juga dingin menggigit dengan temperatur di bawah nol derajat. Sekelompok Mujahidin berjalan mengendap-endap memasuki wilayah pendudukan melalui rute yang menyeramkan.
Rute yang menyeramkan ini, sebagaimana rute-rute yang lain, terkenal akan jalan-jalan terjal pegunungannya, tepi-tepi jurangnya dan beberapa berlokasi di puncak pegunungan di atas awan di mana ketika Mujahidin melintas kembali akan tertutup.
Langkah kaki Mujahidin berpadu antara mendaki pegunungan dan menyeberangi sungai dengan meloncat-loncat di atas batu-batu besar sungai maupun batu-batu kecil sebagai pijakan.
Mujahidin terus berjalan menuju kamp-kamp dan bunker-bunker musuh yang tersebar di seluruh area. Kadang mereka harus berjalan di antara bebatuan dengan arus sungai yang jernih dan deras mengalir di bawahnya. Kadang mereka harus meloncat-loncat di sungai tersebut sepanjang malam, dalam kondisi yang luar biasa letih dan cuaca yang sangat ekstrim.
Kadang kesulitan masih bertambah jika turun hujan atau angin bertiup sangat kencang. Rasa lelah tidak bisa dihilangkan dengan istirahat begitu saja, bukan karena minimnya perbekalan mereka saja tetapi juga cuaca dingin yang membekukan tidak memungkinkan untuk beristirahat dalam waktu yang lama. Mereka harus terus bergerak untuk menghindari panas tubuh menurun drastis karena cuaca dingin.
Setiap 2 kilometer di Kashmir ada sebuah kamp musuh. Mereka, pasukan kuffar India selalu menyiksa penduduk setempat. Secara hitungan di setiap desa ada satu kamp tentara. Di Lolab, bahkan ada 36 kamp musuh. Tentara musuh telah membangun kamp di setiap puncak gunung yang puncak-puncak tersebut mengelilingi hutan tempat Mujahidin beroperasi selama lima hari.
Kelompok Mujahidin terdiri dari 10 sampai 25 orang dan dalam keadaan kekurangan senjata. Mungkin syahid menanti kami dalam 5 hari ini, wallahu’alam. Semoga Allah SWT menganugerahkan kami kemenangan yang nyata atas musuh-musuh kami. Amin.
Demikian, memoar seorang Mujahidin Kahsmir. Ujarnya lagi. ketika kalian memandang mata perempuan Kashmir, kalian akan tahu bahwa mereka telah diperkosa. Ketika kalian memandang mata para pria Kashmir, kalian akan tahu bahwa mereka telah disiksa.
Jadi kami bertanya; Bagaimana mungkin kalian takut pada India kuffar ini? Jika saja kalian pernah melihat mata kaum Muslimin warga Kashmir yang malang, tentu Anda tidak akan pernah melupakan derita saudara Muslim kita di kawasan Asia Selatan ini, Kahsmir, bumi jihad yang terlupakan…
Kashmir, Derita Tak Bertepi
‘Esa al Hindi, dalam bukunya Army Madinah in Kashmir menceritakan kisah jihad Kashmir dan derita kaum muslimin di sana. Menurut beliau, Sejak invasi militer India pada tahun 1947 wilayah Jammu dan Kashmir telah dipaksa tunduk pada penjajah kafir kejam dengan pasukannya yang terkenal keji.
Penjajah di bawah pimpinan Raj ini merupakan penyembah berhala yang tindakan-tindakannya sangat brutal dan mengerikan. Serangan-serangan mendadak dari kuffar India adalah hal yang lumrah di Kashmir.
Hal ini dikerenakan militer India dipaksa untuk melakukan hal tersebut. Beberapa tentara kafir yang ditugaskan di daerah pendudukan Kashmir, baik dengan sukarela atau terpaksa, menyadari bahwa mereka berada di wilayah yang luas dan mereka relatif bebas untuk mengekspresikan naluri kebinatangan mereka, atau bisa jadi di sana adalah tempat terakhir mereka menghabiskan sisa hidup.
Tak pelak lagi, mereka menyadarinya dan mereka harus menghadapi kata batin mereka sendiri untuk menerima dan pergi ke tempat penjajahan. Di sekeliling mereka, mereka menyaksikan rekan-rekan mereka sendiri sedang membalas dendam karena kehidupan mereka telah hilang terampas. Tapi, tak seorang pun yang tidak tinggal diam karena ini satu “paket” yang harus mereka terima dengan tangan terbuka.
Dalam buku Kashmir, Derita yang Tak Kunjung Usai, Dhurorudin Mashad menjelaskan bahwa perjuangan Kashmir mengalami dilema. Menurut penuturan seorang warga kepadanya saat kunjungan ke wilayah yang dirundung duka dan air mata ini:
“Jika kami memakai cara-cara damai dan pendekatan politik, India mengklaim bahwa orang-orang Kashmir telah menerima status quo, menjadi bagian India. Jika kami protes dan mengekspos kesalahan klaim India atas Kashmir, India melancarkan terornya. Dan Jika kami melakukan perlawanan, dan mengambil langkah-langkah militer, maka India akan melabeli para pejuang kemerdekaan sebagai separatis, ekstrimis, fundamentalis, dan teroris, guna menumbuhkan prejudise negatif di berbagai penjuru dunia.”
Kashmir telah menjadi wilayah konflik yang tak terselesaikan sejak tahun 1947 hingga kini. India ingkar janji untuk memberikan kesempatan kepada rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri sesuai dengan resolusi DK PBB yang telah disepakati. Pakistan tak mampu menolongnya, PBB diam tak melakukan apa-apa, dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) pun tidak bisa berbuat banyak. Bagaimana sebenarnya latar belakang yang menimpa kaum Muslimin di Kashmir ini ? Apa solusi terbaik untuk mengatasi konflik berkepanjangan di Kashmir?
Kashmir, Surga Dunia Asia Selatan
“Vale of Kashmir” atau Lembah Kashmir dikenal sebagai suatu tempat yang paling indah dan spektakuler di dunia. Sebuah “surga” dunia di Asia Selatan. Wilayah yang rendah dan sangat subur ini dikelilingi oleh gunung yang luar biasa dan dialiri oleh banyak aliran dari lembah-lembah.
Siapa sangka di lembah yang banyak diminati turis manca negara ini jihad sedang bergejolak mempertahankan esensi tauhid melawan kepungan kemusyirikan pemerintahan India.
‘Esa Al Hindi menceritakan; Kashmir adalah tanah yang luar biasa subur, dimana sumber air mengalir jernih dan sungai-sungainya melimpah ruah. Pohon-pohon terlihat di setiap sudut kita memandang. Kebun buah ada di mana-mana. Sawah-sawah dengan tanaman padi yang menyebar di seluruh negeri ini dapat digunakan sebagai bukti, betapa suburnya negeri dan tanah ini.
Kashmir berada di posisi yang luar biasa strategis, yang jika digabung dengan beberapa faktor lain menjadikan alasan jelas kenapa India mendudukinya seperti yang terjadi sekarang ini. Wilayahnya bergunung-gunung dan hutan-hutannya dipenuhi pedesaan. Puncak-puncak tertingginya berada di ketinggian 15.000-18.000 kaki yang berada di wilayah-wilayah perbatasan. Itulah sebabnya, bisa dikatakan puncak-puncak tersebut memisahkan Lembah Pendudukan (Occupied Valley) dari Azad Kashmir.
Posisi Kashmir sendiri berada di utara sub benua India. Istilah Kashmir secara sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dari ujung paling barat barisan Himalaya. Secara politik, istilah Kashmir dijelaskan sebagai wilayah yang lebih besar yang termasuk wilayah Jammu, Kashmir, dan Ladakh. Kashmir dikuasai oleh tiga negara, yakni Pakistan, India dan China.
Kashir berada di jantung asia Tengah bagian selatan dan berbatasan dengan Afghanistan, Cina, India dan Pakistan. Sedikit bagian wilayah Kashmir (wakhan) bersainggungan dengan wilayah Tajikistan dan Uni Soviet.
Kashmir merupakan salah satu wilayah rebutan terkenal di dunia, dan kebanyakan peta buatan Barat menggambarkan wilayah ini dengan garis bertitik untuk menandai batasan yang tidak pasti.
Wilayah Kashmir secara umum saat ini dikuasai atau disengketakan oleh tiga negara, yakni Pakistan mengontrol barat laut, India mengontrol tengah dan bagian selatan Jammu dan Kashmir, dan Republik Rakyat China menguasai timur laut (Aksai Chin).
Meskipun wilayah ini dalam prakteknya diatur oleh ketiga negara tersebut, India tidak pernah mengakui secara resmi wilayah yang diakui oleh Pakistan dan China. Pakistan memandang seluruh wilayah Kashmir sebagai wilayah yang dipertentangkan, dan tidak menganggap klaim India atas wilayah ini.
Sebuah pilihan yang disukai banyak orang Kashmir adalah kemerdekaan, namun baik Pakistan dan India menentang hal ini.
Luas wilayah keseluruhan Kashmir adalah 85.700 mil (88.700 mil menurut Inggris), dimana 51 % masuk ke wilayah atau daerah jajahan India, 33 % dalam pengawasan pemerintah pakistan, 11 % dalam pengawasan Cina, dan hanya 5 % yang merdeka , yakni wilayah Azad Kashmir.
Sementara itu, data penduduk Kashmir adalah 13 juta (15 juta menurut Belanda), 8,3 juta di India-wilayah Pendudukan Kashmir, 2,2 juta di Azad Kashmir, 1 juta di Pakistan-Kashmir yang diawasi Pakistan, 1,5 juta mengungsi di Pakistan, 0,4 juta komunitas ekspatriat (0,3 juta menurut Inggris).
Bahasa yang digunakan di Kashmir adalah: Bahasa Urdu (Bahasa resmi secara tehnik) di beberapa daerah, sedikit yang berbahasa Inggris. Sementara populasi Muslim di Kashmir paling banyak, yakni sekitar 80% Muslim, 16% Hindu, 4% Sikh, Budha, Kristen dan lain-lain menempati jumlah minoritas.
Ibukota Kashmir adalah Iqbalabad (Srinagar). Srinagar adalah nama dahulu atau ibukota kuno Kashmir yang terletak di dekat Danau Dal, sebuah danau yang terkenal karena kanal dan rumah perahunya.
Srinagar berketinggian 1.600 m atau 5.200 kaki dan sering dijadikan sebagai ibu kota musim panas bagi banyak turis dan petualang asing yang mendapatkan panas di utara India. Tepat di luar kota terdapat taman Shalimar yang indah dibuat oleh Jehangir, kaisar Mughal, pada 1619.
Akses menuju Kashmir biasa ditempuh dengan pesawat udara ke Srinagar melalui New Delhi, dan membutuhkan persetujuan pemerintah India. Atau bisa juga lewat darat ke Azad Kashmir dari Islamabad, Pakistan, tanpa izin.
Status Kashmir sendiri sejak tahun 1947 adalah jajahan militer kuffar India. Karena sejak tahun 1947 tersebut sekitar 51% wilayah Kashmir telah diserobot India dengan agresi liar dan kekuatan militer.
Pemerintahan syirik India telah menduduki paksa negeri ini, sejak 27 Oktober 1947 yang berbasis pada kecurangan Maharaja, pemerintahan outokrasi yang berkuasa saat itu. Sebelumnya, sejak abad 16 diperintah oleh Moghulis, Afghan, Sikh, dan Inggris.
Wilayah Kashmir yang masih dikuasai oleh kaum Muslimin saat ini hanyalah Azad Kashmir yang berlokasi di sebelah Timur Laut Pakistan. Wilayah ini membentang dalam area seluas 84.000 km dengan ibu kotanya bernama Muzaffarabad. Penduduknya seluruhnya Muslim dan undang-undang yang berlaku berasal dari pemerintah Pakistan.
Sedang tiga bagian lainnya (dari Kashmir) kini berada dalam pendudukan militer India, oleh karena itu biasa disebut sebagai tanah jajahan Kashmir. Di tanah jajahan ini diterapkan hukum perang buatan India yang keji, dimana pemerintahan India selalu berupaya untuk menggabungkan secara resmi seluruh daerah ke dalam satu kesatuan besar Kashmir ke dalam kekuasaan India.
Salah satu bagian yang diduduki militer India tersebut dan mungkin paling penting adalah bagian “Lembah” yang berpenduduk 98 % muslim. Di wilayah ini pasukan India memfokuskan diri agar dapat menguasai lembah yang maha luas ini. Itulah alasan mengapa perang di daerah ini berlangsung sangat sengit.
Kadang daerah ini disebut dengan nama “Lembah Kashmir” dan beribu kota di Srinagar yang kadang-kadang disebut Iqbalabad. Lembah ini terletak 2000 kaki di atas permukaan air laut. Cuaca disana tidak sedingin yang dibayangkan, bahkan cuaca dan iklimnya hangat
Bagaian selanjutnya adalah “Jammu” yang meskipun terdapat penduduk Muslim, namun secara dominan diduduki masyarakat Hindu dan warga militer. Wilayah ini sedikit lebih tenang dibanding di pegunungan-pegunungan dengan dataran-dataran yang dikelilingi puncak-puncak. Wilayah ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa juga berbahaya.
Bagian yang terakhir adalah “Ladakh” yang juga disebut wilayah “Leh” dimana masyarakatnya mayoritas beragama Buddha. Hal ini tidak mengherankan karena bagian wilayah ini berbatasan dengan Cina. Wilayah ini meliputi daerah seluas 42.735 km.
Wilayah “Lembah” sebagaimana sebagian wilayah Jammu telah berubah menjadi wilayah perang.
Jumlah total penduduk Kashmir adalah 13 juta jiwa. Pada perubahan dekade yang terakhir, pasukan pendudukan yang mendarat dari daratan utama India yang membentuk koloni dan mengontrol pelaksanaan hukum perang menambah jumlah penduduk sebesar 450.000 jiwa. Jumlah pasukan yang mencengangkan, menjadikan penduduk asli Kashmir sebagai kaum Muslimin yang tertindas dan menanggung derita tak bertepi.
Kekejaman Militer India di Kashmir
Militer musyrik India adalah bencana terbesar bagi penduduk Muslim Kashmir. Kehadiran mereka sama sekali tidak diinginkan dan mereka selalu berbuat kerusakan di Kashmir. Pekerjaan mereka sehari-hari adalah melakukan pemerkosaan, pembunuhan brutal dan merampas tanah dari pemiliknya.
Mereka juga sering membuat fitnah dan propaganda perang murahan di media massa. Dalam perjuangan mereka untuk menutup daerah yang sering dikunjungi turis manca negara, mereka mengadopsi apa yang mereka sebut psikologi perang. Semua itu untuk mencegah masuknya turis. Mereka menyebarkan propaganda ekstrim. Lewat media mereka mengumumkan bahwa Mujahidin menculik orang Barat yang sedang berlibur.
Propaganda itu digunakan terus-menerus, ke seluruh Lembah kepada penduduk sipil yang menyadari bahwa semua itu fitnah tapi mereka hanya mengetahui sedikit. Rumor itu merupakan fitnah dari pemerintah India dalam konspirasi mereka.
Tidak diragukan lagi, mesin media India telah membawa berita fitnah ini dengan sukses menjadi “pemikiran” publik dunia. “Pemikiran” ini menjadi pola yang didoktrinkan sehingga membuat kengerian dan ketakutan Dunia Barat khususnya dan dunia Islam pada umumnya yang akan menjauhkan dan bahkan menghilangkan Kashmir dari daftar kunjungan wisata dan perhatian mereka. Hal ini dikarenakan Lembah Kashmir adalah tempat utama penindasan dan kekejaman yang mereka lakukan.
Di mata pemerintah penjajah, siapa pun yang menyerukan pembebasan dan kemerdekaan serta mendukung perjuangan kemerdekaan adalah seorang militan, teroris, dan fundamentalis. Selanjutnya dia akan ditangkap, disiksa, dijebloskan ke penjara, dan dibunuh. Namun, militansi perjuangan kaum muslimin di Kashmir adalah sebuah realitas yang tidak akan terhenti, yang membuat New Delhi putus asa dan menyebar hampir sejuta pasukan ke negeri ini.
Betapa ironisnya, mereka yang disebut pendukung doktrin Gandhi Tiada Kekerasan telah melakukan kebiadaban ketika merampas tanah Kashmir dari pemiliknya. Sama saja ketika mereka mengaku sebagai “Pahlawan Pemberani” padahal sesungguhnya mereka adalah individu-individu yang paling penakut ketika bertempur berhadapan.
Penyiksaan-penyiksaan terus mereka lakukan dan bahkan jumlahnya makin meningkat. Di tempat tersebut, berkumpul lebih dari empat orang pun dilarang. Setiap hari adalah mimpi buruk dan setiap tempat adalah tempat pembantaian. Setiap keluarga begitu menderita dan takut akan kekejian pasukan kafir menimpa salah seorang di antara mereka.
Pemerkosaan, penculikan, dan pembunuhan massal adalah pekerjaan sehari-hari militer musyrik India di lembah pendudukan Kashmir. Berbagai kisah tragis tentang itu semua diceritakan oleh Mujahid asal India Esa Al Hindi dalam bukunya Army Madinah in Kashmir.
Pada tanggal 10 dan 11 Agustus 1990, Pasukan militer India mengadakan patroli keliling Pazi Pora, Bali Pora, Konun dan wilayah-wilayah sekitarnya. Mereka terlihat sangat ingin membalas dendam, tamak dan bernafsu. Mereka kemudian menembak siapa pun yang mereka temui; orang lewat, petani, remaja, orang lanjut usia baik pria maupun wanita dan orang yang sedang lewat dalam perjalanan.
Para jawan (tentara India) terlihat membawa sebotol minuman keras pada kantong-kantong mereka dan senjata di tangan. Lebih dari satu kompi pasukan diturunkan di Pazi Pora dan memisahkan penduduk wanita dari anak-anak dan laki-laki, meski menghadapi protes dan ratapan tiada henti. Sebagaian besar wanita telah melarikan diri ke hutan demi keselamatan.
Tetapi, ada sekitar 20-30 wanita yang menginap di sebuah rumah besar tidak sempat melarikan diri. Pasukan India yang tercium bau minuman keras dari mulut mereka segera menerkam para wanita tersebut, seperti burung nazar menerkam bangkai. Seluruh wanita tersebut di paksa keluar dan sekitar 10-15 wanita yang kuat, muda sehat dan menarik dipisahkan dari yang berusia sekitar 7 tahun dan 50 tahun.
Sekelompok pasukan yang bernafsu segera melucuti pakaian mereka hingga telanjang. Api unggun dibuat dari pakaian mereka yang dibakar beserta barang-barang dari kain di pinggir sawah. Sisa-sisa api unggun masih bisa ditemukan bahkan setelah satu minggu.
Sementara itu sekelompok pasukan yang lain segera meneguk minuman keras dari botol-botol mereka dan menyeret para wanita tersebut ke tempat tersembunyi dan memperkosanya. Seorang gadis kecil yang berusia tujuh tahun yang diperkosa bahkan mengalami pendarahan lima hari setelah peristiwa yang mengerikan tersebut. Tragis…
Tentara musyrik India memiliki dendam yang tak berkesudahan di Kashmir. Jumlah tentara-tentara mereka yang disebar di Kashmir jumlahnya meningkat setiap tahunnya. Sejatinya, mereka melewati tahun demi tahun dengan rasa frustasi dan putus asa. Hal ini dikarenakan mereka selalu gagal membungkam dan menghentikan perlawanan perjuangan para Mujahidin.
Mujahidin di Kashmir
Semenjak berubahnya kondisi dalam dekade terakhir ini, medan jihad Kashmir dibantu Allah SWT dengan kedatangan para mujahidin dari luar negeri memasuki negeri ini. Sebagian besar dari mereka berasal dari Pakistan. Para mujahidin dari luar Kashmir telah membantu dan menjadi bagian dari jihad, sebagaimana penduduk lokal.
Penduduk lokal Kashmir sendiri, dikarenakan tekanan dari pasukan penjajah yang bebas melakukan setiap jenis kekejaman dan penyiksaan massal yang belum pernah dilakukan oleh manusia, akhirnya terpaksa menjadi masyarakat militan sebagai reaksi perlawanan.
Selama waktu bertahun-tahun di bawah tekanan, bumi Kashmir akhirnya memunculkan berbagai kelompok jihad dan jama’ah dakwah seperti: Hizbul Mujahidin (Partai Mujahidin) Lashkar-e-Tayba (Pasukan Tayba), Harakatul Anshar (Harakah Anshar), Jami’atul Mujahidin (Jamaah Mujahidin) Al Barq, Al Badar dan lain-lain. Nama jama’ah ini telah menjadi istilah yang familiar karena jama’ah-jama’ah tersebut merupakan kelompok-kelompok yang menjadi ujung tombak perlawanan.
Syaikh Muhammad Mas’ud Azhar adalah salah seorang Mujahidin dan pemimpin Jama’ah Jihad yang sangat disegani di Kashmir. Keberadaan beliau dan pasukannya sebagaimana keberadaan Syaikh Abdullah Azzam di dunia Arab (Aghanistan).
Tulisan-tulisan beliau (Syaikh Muhammad Mas’ud Azhar) dalam berbagai bahasa telah menjadi inspirasi yang luar biasa bagi pria dan wanita yang menyadari bahwa mereka berada di negeri kaum muslimin yang tertindas dan kewajiban mereka adalah mempertahankan diri dan melawan melalui jihad.
Esa al ‘Hindi sendiri adalah seorang mualaf yang masuk Islam di usia 20 tahun dan langsung pergi berjihad ke Kashmir. Bisa dikatakan buku Army Madinah in Kashmir yang ditulis oleh beliau adalah kisah jihad Kashmir yang pertama kali ditulis dan dipublikasikan luas ke dunia Islam.
Buku ini tidak hanya berisikan kabar dan informasi fakta-fakta detail Kashmir tetapi penuh motivasi perjuangan dan empati mendalam dari pelakunya sendiri. Beliau mengungkapkan tentang jihad Kashmir :
“Jika seseorang meninggalkan jalan terhormat ini maka dia akan menebusnya. Karena kita yang memerlukan jihad dan jihad tidak memerlukan kita.”
“Jangan lupa, mereka telah memberikan ‘hari ini’ mereka untuk ‘hari esok’mu.
Mereka semua telah menemui tempat mereka,
di tempat peristirahatan para syuhada,
dalam tanah indah seperti tanah yang di tumbuhi tanaman padi.
Untuk generasi baru…
ingatlah, istilah ‘mujahidin’ tidak menjadi milik seseorang untuk disimpan.
Istilah ini hanyalah sebuah pinjaman.”
Sementara itu dalam sebuah wawancara dengan Nida’ul Islam, Salahuddin, Amir (pimpinan) Hizbul Mujahidin Kashmir menceritakan situasi terkini dari jihad Kashmir.
Pada tahun 1989, umat Islam Kashmir telah membuat keputusan untuk melancarkan perjuangan bersenjata menentang penjajahan India. Dari situlah lahirnya Partai Mujahidin (Hizbul Mujahidin).
Saat ini, di kawasan yang mayoritas penduduknya beragama Islam di negeri Jammu, Jihad terlaksana dengan kekuatan sepenuhnya hasil rahmat dari Allah SWT. Ribuan Mujahidin bergandengan tangan bahu membahu dengan umat Islam Kashmir sedang berjihad menentang 600.000 tentara India di seluruh medan; di pergunungan, di hutan-hutan, di bukit-bukit, lembah, pasar, dan perkampungan. Mereka berdiri berhadap-hadapan dengan musuh-musuh Hindu, berperang menentang mereka.
Para Mujahidin, dengan rahmat dari Allah SWT, telah mencapai banyak kemenangan dan keberhasilan. Sekitar 12.000 orang tentara India termasuk tiga orang jendral telah terbunuh, dan lebih dari 300 kendaraan angkutan tentara telah dimusnahkan. Logistik simpanan tentara, gudang-gudang dan barak-barak tentara merupakan sasaran utama sejak 6 tahun lalu.
Semangat para Mujahidin dan penduduk Kashmir sangat tinggi walaupun berada dalam keadaan yang genting dan terancam, dengan siksaan yang terus menerus dan kesukaran untuk mendapatkan makanan dan kebutuhan sehari-hari.
Kami merasakan bahwa India sekarang dalam keadaan yang semakin tertekan. Gubernur-gubernur India mulai membuat tawaran menarik seperti memberikan kami pemerintahan sepenuhnya, malah mereka juga telah menawarkan jutaan Rupees kepada anak-anak muda dalam usaha menarik perhatian mereka dari Jihad.
Akan tetapi, umat Islam Kashmir bertekad untuk meneruskan Jihad ini walaupun diancam dengan penjara dan peluru; walau semahal apa pun harganya. Kami ingin membebaskan Kashmir dari tangan-tangan Hindu ini dan sama-sekali tidak akan berkompromi dengan sesuatu yang lain.
Esa Al Hindi menjelaskan dalam bukunya, bahwa pasukan India begitu gigih mempertahankan cengkeraman mereka atas Kashmir sehingga mengirimkan dua perlima mesin militer mereka ke Kashmir.
Oleh karena itu, secara logika hal tersebut memerlukan dana yang luar biasa besar dari pendapatan negara India untuk menyalurkan bahan makanan, pakaian, akomodasi, trasportasi dan persejataan bagi seluruh pasukan India yang berada di Kashmir.
Itulah sebabnya timbul dugaan bahwa India telah menerima bantuan dana dari luar. Bantuan tersebut digunakan untuk mempertahankan kedudukan mereka di Kashmir, dan itu satu-satunya penjelasan yang mungkin. Satu hal yang pasti adalah, India tidak pernah merasakan sanksi ataupun embargo perdagangan dari dunia internasional.
Sementara itu, Amir Hizbul Mujahidin, Shalahuddin menceritakan muasal jihad Kashmir yang saat ini sedang beliau lakukan.
Permasalahan di Kashmir bermula pada tahun 1947, ketika India terpecah menjadi dua negara. Negara Pakistan didirikan dan menurut perjanjian ketika itu, kawasan-kawasan yang mayoritas penduduknya beragama Islam mesti diletakkan di bawah Pakistan berdasarkan konsep sama agama, sama negara.
Kawasan-kawasan yang mayoritas penduduknya beragama Hindu diletakkan di bawah India. Semestinya Umat Islam Kashmir ketika itu mau bersama-sama dengan Pakistan; namun gubernur Kashmir ketika itu, melalui satu perjanjian rahasia dengan pihak Hindu, menjadi batu penghalang kepada penyatuan ini.
Ini adalah karena mereka menyadari bahwa Kashmir adalah kawasan yang sangat strategis di Asia Tenggara. Penyatuan Kashmir dengan Pakistan akan menjadikan Pakistan negara Umat Islam yang terkuat di daerah ini.
Para penduduk Kashmir meneruskan perjuangan politik mereka hingga tahun 1987 dengan mempertahan hak mereka untuk merdeka dan memerintah melalui partai-partai politik. Semua ini tidak mendatangkan hasil apa pun.
Pada tahun 1989, setelah menyaksikan usaha-usaha melalui perlembagaan, kehakiman dan demokrasi gagal, para pemuda Kashmir mengambil keputusan bahwa telah tiba waktunya untuk memulai perjuangan bersenjata (jihad).
Pergerakan Islam Kashmir, salah satu organisasi Islam yang terbesar, juga yang paling bersungguh-sungguh dan yang paling tersusun, mengesahkan dan memberi dukungan melalui pembiayaan, pendidikan dan pengambilan ahli baru.
Mereka mulai menyadarkan anak-anak muda Islam, menerangkan kepada mereka bahwa tiada jalan lain untuk membebaskan bumi Kashmir kecuali melalui Jihad, Maka pada tahun 1989, setelah 43 tahun dijajah oleh India dan setelah menyadari bahwa tiada jalan lain untuk mereka, umat Islam Kashmir menyambut perniagaan yang ditawarkan oleh Allah SWT dan mulai menempuh liku-liku perjalanan Jihad.
Bantu Jihad Kashmir!
“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik lelaki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya, dan berilah kami pelindung dari sisi engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.”
(QS An-Nisaa’ : 75)
Kashmir adalah bumi jihad yang terlupakan. Umat Islam Kashmir berjihad sendirian, tidak dibantu oleh siapa pun. Tidak ada yang memberitakan tentang jihad mereka dan tidak ada yang menekan rezim syirik India supaya menghentikan kejahatan dan kekejamannya ke atas umat Islam Kashmir.
Ironisnya lagi, tidak sedikit pun terlihat peranan Umat Islam akan jihad Kashmir. Sepatutnya negara-negara Islam mampu memberikan tekanan kepada India dengan memutuskan hubungan diplomatik dan menekan India dalam segala bentuk penekanan.
Wahai kaum Muslimin, sudah seharusnya kita membantu Kashmir, bumi jihad yang terlupakan. Penduduk Kashmir adalah bagian daripada Ummah Islam dan tidak boleh dipisahkan dari Ummah.
Ummah ini seluruhnya harus mengangkat panji-panjinya menentang kebiadapan dan kezaliman hindu-hindu musyrik India. Mereka mesti memberi tekanan ke atas India melalui cara apa pun, sehingga ia tunduk mengembalikan hak umat Islam Kashmir.
Saat ini yang sangat dibutuhkan para Mujahidin dan juga penduduk Kashmir adalah bantuan obat-obatan dan keuangan untuk membantu menguatkan semangat mereka dan memenuhi keperluan harian mereka.
Bagi pihak Mujahidin, mereka mulanya mendapat bantuan dari para penduduk setempat, tetapi apabila mereka ini disiksa dan rumah-rumah mereka dibakar, pihak Mujahidin terpaksa meninggalkan perkampungan, bersembunyi di kawasan hutan dan bukit-bukit demi meringankan beban dan siksaan tentara hindu ke penduduk setempat.
Untuk itu, umat Islam berkewajiban menyokong dan membantu jihad Kashmir dan penduduknya. Umat Islam Kashmir mempunyai hak atas kasih sayang setiap saudara mereka di mana saja. Umat Islam sedunia sepatutnya memberikan sumbangan kepada mereka dan membuat mereka merasa bagian dari ummat yang mulia ini.
Bayangkanlah jika setiap harinya ada 600.000 tentara hindu mengepung dan menyerang penduduk Kashmir, menghiasi mereka dengan berbagai jenis siksaan dan penghinaan. Tidakkah kalian berkewajiban membantu muslim Kashmir?
Salahuddin, Amir Hizbul Mujahidin menyatakan dan menyampaikan kepada seluruh kaum muslimin agar membantu jihad Kashmir. Umat Islam Kashmir saat ini berhadapan dengan penganiayaan yang paling keji dan kejam dan sangat memerlukan dukungan moral, keuangan, dan diplomatik dari kaum Muslimin.
Sekiranya Ummah ini tidak merasakan penderitaan saudara-saudara mereka di Kashmir, siapa lagi yang akan ikut merasakan. Umat Islam Kashmir menanti dukungan dan bantuan kongkrit saudara-saudara mereka; mereka memulai jihad dengan harapan Ummah ini tidak akan melupakan mereka.
Baik akhirnya mereka akan menang atau syahid, selama dia hidup sebagai umat Islam yang bebas atau kita gugur sebagai syuhada dengan kemuliaan yang terpelihara, tiada lagi pilihan lain bagi kita umat Islam, bantulah jihad Kashmir!
‘Esa Al Hindi menutup uraian dalam bukunya Army Madinah in Kashmir dengan himbauan agar seluruh kaum Muslimin membantu jihad Kashmir. Dana sangat diperlukan sebagai syarat mutlak untuk sebuah keberhasilan.
Dana itu dipergunakan untuk pembiayaan angkatan bersenjata, yang antara lain untuk latihan, akomodasi, perbekalan, pemeliharaan peralatan dan mengkounter propaganda media.
Semua itu agar Mujahidin dapat eksis di medan jihad di seluruh dunia dan agar mendapat kemenangan atas musuh.
Menjadi kewajiban bagi masyarakat Muslim, baik yang di desa, kota, maupun di pegunungan untuk mendukung dana jihad. Bahkan wajib bagi mereka menopang atau membantu keluarga Mujahidin yang sedang berperang maupun yang telah syahid.
Untuk alasan itulah, kami meminta dan mendesak para pembaca untuk membantu dana jihad sebanyak yang mereka mampu korbankan untuk Hari Kemudian.
Rasulullah SAW bersabda untuk menyeru kepada kita, dan untuk mengingatkan para pembaca :
“Barang siapa yang mempersiapkan bekal untuk orang-orang berperang (mujahid ), maka dia tercatat sebagai orang yang telah berperang. Dan barang siapa yang membekali keluarga mereka, maka tercatat sebagai orang yang telah berperang.” (HR. Bukhari)
Wallahu a’lam bis Shawab!
Depok, 12 Maret 2008
Ar Rahmah Media Analysis
http://www.arrahmah.com
The State of Islamic Media
-
Arsip
- April 2009 (2)
- Agustus 2008 (4)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (1)
- Maret 2008 (2)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS